AYOJAKARTA.COM – Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP merupakan jalur paling banyak diincar oleh calon mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Selain peluang yang lebih besar untuk bisa diterima, peserta SNBP juga tidak perlu mengikuti tes tertulis jika berhasil lulus.
Karena peluang masuk PTN yang jauh lebih besar bagi para peserta SNBP, usaha untuk mencapai kelulusan penting diperhatikan.
Agar dapat mengikuti SNBP, setiap calon mahasiswa perlu terlebih dahulu memenuhi syarat dan masuk dalam kategori kuota eligible siswa.
Kuota eligible, secara sederhana dapat diartikan sebagai jumlah peserta yang dapat mengikuti SNBP di suatu sekolah.
Untuk bisa lulus dalam proses SNBP, setiap peserta bukan hanya perlu memahami strategi namun juga kesesuaian antara jurusan kuliah dengan perolehan nilai akademis.
Baca Juga: Siap-siap SNBP 2025! Ini Jurusan Paling Ketat di Universitas Udayana UNUD, Psikologi Termasuk?
Di samping strategi dan pilihan jurusan, faktor kelulusan SNBP juga turut dipengaruhi oleh rekam jejak alumni serta prestasi non akademik calon peserta.
Sehingga salah satu penentu kelulusan bagi para calon mahasiswa dalam SNBP adalah kepemilikan sertifikat lomba atau kejuaraan di tingkat nasional.
Semakin tinggi nilai akademis serta prestasi non akademis dimiliki, peluang lulus SNBP akan besar jika rekam jejak alumni di PTN tujuan dikenal memiliki kualifikasi.
Masuk PTN sesuai pilihan melalui jalur SNBP, menurut berbagai kalangan merupakan hal yang sangat diidam-idamkan karena memiliki berbagai keuntungan.
Adapun keuntungan pertama yang dapat diperoleh calon mahasiswa setelah berhasil lolos dalam tahap seleksi adalah tidak harus mengikuti tes tertulis.
Pemilihan jalur berdasarkan prestasi akademik dan non akademik sejak kelas 10 hingga 12, menjadi penilaian bagi PTN untuk menentukan kelulusan.
Karena merupakan ates perdana, keuntungan kedua jika berhasil mengikuti SNBP bagi calon mahasiswa adalah memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan perkuliahan.
Keuntungan ketiga yang bisa diperoleh siswa yang berhasil lolos SNBP adalah tidak harus mengeluarkan biaya, termasuk pendaftaran.
Adanya kemudahan dalam hal pembiayaan awal bagi para calon mahasiswa, membuat proses seleksi SNBP sangat ketat.
Jumlah kuota dari PTN tujuan yang hanya berada di rentang 20 persen, membuat setiap calon mahasiswa harus bersaing dan bersifat nasional.
Meski terkesan sangat sulit, siswa yang berhasil masuk PTN lewat jalur SNBP akan membuat bangga keluarga, sekolah dan mendongkrak kepercayaan diri.
Setelah peserta dinyatakan lulus dalam SNBP, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan daftar ulang dan menunggu waktu dimulainya perkuliahan.***