Soal Mahalnya Tiket Pesawat, Mayarakat Diminta Sabar

  Senin, 08 April 2019   Rizma Riyandi
Sejumlah penumpang menaiki pesawat menuju Makassar di Bandara Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Minggu (31/3/2019). Bandara yang dikelola khusus oleh PT. Vale Indonesia tersebut kini telah dapat dimanfaatkan masyarakat umum sesuai kesepakatan dengan pemerintah setempat. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/nz

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta publik untuk sedikit bersabar. Hal ini ia sampaikan terkait masih tingginya harga tiket pesawat yang terjadi sejak beberapa waktu lalu.

"Tunggu, sabar, kan nanti ada Pilpres sebentar. Biar saja sekarang harga tinggi-tinggi dulu, enggak apa-apa," kata Luhut dalam Coffee Morning dengan wartawan di Jakarta, Senin (8/4/2019).

Pemerintah telah mengeluarkan aturan untuk bisa mengendalikan tarif tiket pesawat melalui Permenhub Nomor 20 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri yang diteken pada 28 Maret lalu.

Aturan turunan yang tertuang dalam Keputusan Menhub (Kepmen) Nomor 72 Tahun 2019 Tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, juga telah diterbitkan.

Atas kebijakan tersebut, Luhut menyebut perlu waktu supaya aturan tersebut bisa diadaptasi sehingga dampaknya bisa dirasakan masyarakat.

"Kan sekarang lagi proses, kita tunggu saja," katanya.

Luhut mengatakan meski harga avtur telah mengalami penurunan, komponen biaya penentu tarif tiket juga dipengaruhi oleh faktor lain termasuk layanan dan biaya operasional.

"Kita 'benchmark' saja dengan negara-negara lain. Tapi 'low cost fare' (tarif rendah) itu tetap harus ada, karena harus ada keseimbangan jangan sampai mematikan industri pariwisata kita," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar