Yamaha

Sekolah di Jakarta Didorong Tumbuhkan Karakter Anak

  Kamis, 02 Mei 2019   Rizma Riyandi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) meninjau titik banjir yang bersebelahan dengan proyek LRT di Underpass Cawang, Jakarta, Kamis (4/4/2019). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan memasang pompa permanen di sejumlah titik rawan banjir tersebut. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan bahwa saat ini sekolah di Jakarta sedang didorong untuk menumbuhkan karakter anak.

"Ekosistem sekolah sedang digalakkan di Jakarta agar menumbuhkan karakter anak, sehingga nanti kita bisa menumbuhkan karakter anak-anak," kata Anies di Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019).

Dia menekankan bahwa karakter itu bukan yang ditanamkan tapi ditumbuhkan, oleh karena itu harus dibuat ekosistem yang bagus di sekolah.

Saat ini sedang serius meningkatkan mutu kepala sekolah, dimana kepemimpinan kepala sekolah adalah kunci dan program tersebut, sedang didorong.

"Harapannya kepala sekolah yang bisa memimpin lebih baik, maka ekosistem di sekolah akan lebih baik jadi kuncinya itu sama di perusahaan juga kepalanya  yang menjadi kunci apabila kepalanya berkualitas maka akan baik," kata Gubernur.

Kemudian adalah peningkatan mutu gurunya, karena itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), untuk melakukan peningkatan mutu guru.

Kerjasama dengan Kemendikbud dilakukan untuk bisa melakukan program peningkatan mutu guru dengan menggunakan APBD. Jad harapannya akan lebih banyak lagi guru - guru yang tersertifikasi kemudian meningkatkan kompetensinya para guru.

"Jadi sebuah sekolah itu menjadi sehat atau tidak dibangun oleh kepemimpinan pendidik yang baik. Kemudian dengan mendengarkan suara siswa lebih banyak," kata Anies.

Gubernur menambahkan bahwa dirinya sudah memberikan arahan kepada Dinas Pendidikan bahwa semua program yang disusun di sekolah harus juga mendengar aspirasi siswa, karena siswa yang berada di sekolah.

Kriteria sebuah sekolah itu baik atau tidak, salah satu yang utama kriterianya apakah sekolahnya menyenangkan atau tidak.

"Kalau sekolahnya menyenangkan, maka bisa masuk ke fase berikutnya, tapi kalau sekolahnya tidak menyenangkan, maka semua indikator yang lain menjadi tidak akan punya efek," kata Anies.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar