4 Tips Hadapi 'Body Shaming'

  Senin, 13 Mei 2019   Rizma Riyandi
Ilustrasi

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Apa itu body shaming? Body shaming adalah perilaku mengkritik atau mengomentari fisik atau bentuk tubuh diri sendiri maupun orang lain dengan cara yang negatif. Body shaming termasuk bullying verbal yang termasuk tindakan kekerasan. Tidak sedikit korban body shaming yang mengalami depresi.

Body shaming adalah isu yang telah lama ada di tengah-tengah masyarakat, namun mulai menjadi perhatian di era digital media ini. Pelaku body shaming di media sosial dapat dijerat dengan Pasal 27 Ayat 3 (jo) UU No.11 Tahun 2008 dan ancaman hukuman penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak 750 juta.

Menurut Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, pada 2018 terdapat 966 kasus body shaming di seluruh Indonesia. Sebanyak 374 kasus di antaranya selesai, baik melalui penegakan hukum maupun pendekatan mediasi antara korban dan pelaku.

Berdasarkan survey, perempuan lebih rawan menjadi korban body shaming dan pelaku terbanyak adalah teman dan ibu-ibu rumah tangga. Survey mengatakan bahwa 62.7% wanita dan 30.6% laki-laki dikritik fisiknya oleh ibu rumah tangga, sedangkan sebanyak 61.7% perempuan dan 47.2% laki-laki dikritik fisiknya oleh teman.

Body shaming kerap kali terjadi di sekitar kita, bahkan kita sendiri kerap mengalaminya dari orang terdekat kita. Namun tidak perlu khawatir, berikut ini ada tips menghadapi body shaming. Berikut keempat tips dari Dwi Prihandini, Psikolog Perdamaian.

1. Berespon Positif Terhadap Diri Sendiri dengan Berterima Kasih pada Tubuh Anda. 

Anda adalah manusia yang tidak dilahirkan sempurna sehingga tidak selalu bisa menjadi seperti yang diinginkan semua orang. Anda tidak perlu terlalu banyak mendengar kata-kata orang lain agar tidak mudah terpengaruh. Jangan biarkan kritikan negatif mempengaruhi penilaian Anda terhadap diri Anda sendiri. Memang membutuhkan proses dan waktu lama, tetapi Anda perlu menerima diri sendiri. Lihat diri Anda dari sisi lain, bukan dari tampilan fisik, melainkan anugerah dan kelebihan yang Anda miliki. Misalnya dari pencapaian Anda dan orang-orang tersayang yang ada di dekat Anda.

2. Jujur dan Sampaikan Apa yang Anda Rasakan (Jika Pelakunya adalah Orang Terdekat)

Jika pelaku body shaming adalah orang yang tidak Anda kenal dan tidak memiliki kedekatan dengan Anda, cukup tidak hiraukan saja perkataan mereka. Namun bagaimana jika pelakunya adalah orang terdekat? Bagaimana jika itu keluarga dan teman-teman terdekat Anda?

Perlu diingat, body shaming adalah perilaku yang seharusnya tidak boleh dibenarkan. Jadi wajar saja jika Anda merasa tersinggung. Ketika orang terdekatmu melakukannya, jujur dan sampaikan apa yang Anda rasakan. Mungkin saja pelaku tidak bermaksud untuk menyakiti hati Anda dan memang peduli pada Anda, namun caranya saja yang salah. 

3. Cari Lingkungan Positif 

Jika orang-orang terdekat Anda masih melakukan body shaming dan Anda sudah melakukan tips yang kedua, bisa jadi selama ini Anda telah memilih lingkungan pertemanan yang salah. Jika ditegur karena melakukan body shaming mereka malah balik mengatakan Anda "baper" dan beralasan hanya bercanda, itu berarti mereka memang tidak menghormati Anda.

Ini saatnya Anda mencari lingkungan positif dengan orang-orang yang memiliki kepekaan terhadap body acceptance. Lingkungan positif akan menghargai prestasi dan karya Anda, tidak melihat Anda dari penampilan fisik. Untuk memulainya, Anda bisa mencari sesama teman yang merupakan penyintas body shaming.

4. Lawan Dengan Positivity

Self body acceptance atau menerima diri Anda sendiri adalah kunci utama dan pagar paling kuat untuk melawan body shaming. Selama Anda sehat dan dapat bernapas dengan normal, Anda harus yakin dengan diri sendiri bahwa tidak ada yang salah dengan fisik dan bentuk tubuh Anda. Teruslah menjadi orang yang menebar energi positif bagi sekitar Anda, beri suntikan semangat bagi korban body shaming yang ada di dekat Anda. Tidak perlu melawan pelaku korban shaming dengan kekerasan atau hal yang sama, karena tidak ada baiknya membalas tindakan buruk dengan tindakan buruk.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar