Beredar Kabar Soal Penggusuran Kampung Pulo Geulis, Warga Resah

  Rabu, 15 Mei 2019   Husnul Khatimah
Bima Arya saat mendatangi warga Pulo Geulis. (ayobogor.com/Husnul Khatimah)
BOGOR, AYOJAKARTA.COM--Warga Kampung Pulo Geulis, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor merasa resah dengan beredarnya kabar tidak benar soal penggusuran warga kampung mereka karena akan adanya penataan Pulo Geulis.
 
Ketua RW 40, Pulo Geulis Hamzah mengatakan, kabar itu awalnya beredar setelah adanya penandatangan kerjasama (Mou) penataan Pulo Geulis yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor dengan sejumlah pihak.
 
"Awal munculnya dari penandatanganan Mou itu, nah kita belum jelas isinya itu apa kami dari warga menyayangkan kurang komunikasi dan tidak ada koordinasi dan tiba-tiba muncul di media ada penataan," katanya.
 
Adanya kabar soal mou penataan Pulo Geulis itu membuat munculnya informasi di kalangan warga bahwa akan ada penggusuran untuk penataan sehingga membuat warga resah apalagi warga masih trauma dengan isu penggusuran Pulo Geulis tahun 2010.
 
"Warga trauma tahun 2010 pernah muncul isu penggusuran untuk dibangun rumah susun (rusunanawa), makanya jika ada sedikit pembahasan soal penataan akibatnya warga trauma," katanya.
 
Adanya kabar penggusuran yang membuat resah Pulo Geulis itu membuat Wali Kota Bogor, Bima Arya mendatangi warga dan menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.
 
"Tidak akan ada penggusuran, saya jamin tidak akan ada penggusuran," kata Bima di kantor kelurahan Babakan Pasar.
 
Bima mengatakan memang akan ada penataan di Pulo Geulis namun untuk penataan itu dia tegaskan tidak ada penggusuran dan akan melibatkan warga untuk penataan.
 
"Ini ada miskomunikasi, saya tidak tahu munculnya darimana tapi mungkin karena warga agak trauma tahun 2010 karena ada pembangunan rusunawa disini jadi begitu ada rencana penataan disini muncul banyak spekulasi tapi saya jelaskan tidak ada penggusuran," jelas Bima.
 
Terkait rencana penataan sendiri Bima mengaku telah melakukan sosialisasi kepada warga namun kemudian entah kenapa setelah MOU penataan ditandatangani muncul spekulasi bahwa akan ada penggusuran.
 
"Soosialisasi sering, saya hampir tiap minggu kesini bicara bahwa ini akan ditata, warga sudah tahu cuma karena ada MOU tadi ya mereka berspekulasi padahal di MOU itu gak ada apa-apa juga (tidak ada penggusuran)," kata Bima.
   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar