Dinas Pangan Minta Pelaku Usaha Jaga Kualitas Produk yang Dipasarkan

  Rabu, 15 Mei 2019   Rizma Riyandi
Pemerintah Kota Bekasi menggelar kegiatan inpeksi mendadak di Lotte Grosir di bilangan Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Senin (13/5/2019). (Ananda M Firdaus/ayobekasi).

BEKASI, AYOJAKARTA.COM--Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi meminta agar para pelaku usaha menjaga kualitas produk yang dipasarkan. Hal itu tidak terlepas dari temuan dinas saat menggelar inpeksi mendadak atau sidak di sejumlah pasar modern maupun tradisional di Kota Bekasi.

Disamping itu, masyarakat sebagai konsumen diharapkan mampu mencermati barang yang hendak dibeli.

“Ada dua imbauan, pertama pelaku usaha untuk meningkatkan kontrolnya terhadap barang-barang yang hendak dijual dan masyarakat hendaknya hati-hati sebelum berbelanja. Agar dilihat terlebih dahulu pengemasan barangnya, tanggal kadaluwarsa dan lainnya,” kata Kepala Bidang Keamanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi Armita Siregar di sela kegiatan sidak di salah satu pasar modern di Bekasi Selatan, Selasa (14/5/2019).

Dinas Ketahatan Pangan bersama Dinas Kesehatan menggelar sidak ke pasar-pasar sejak kemarin (13/5/2019). Dalam kegiatan itu setidaknya tiga swalayan sudah di kunjungi. Adapun tujuan kegiatan untuk menjaga kualitas produk yang diedarkan kepada masyarakat.

Disamping itu, dikarenakan bertepatan dengan momen Ramadan maka produk yang disisir juga meliputi  produk yang biasa muncul di bulan Ramadan, misalnya kue-kue kering dan parcel lebaran.

Dalam penelusuran dinasnya, Armita mengakui belum menemukan makanan kadaluwarsa dalam kemasan. Kendati begitu, terdapat sejumlah makanan yang kemasannya rusak atau sudah tidak layak. Pihaknya lalu memberikan berita acara pemeriksaan pada pengelola pasar agar produ itu di retur atau dapat ditukar.

Dalam sidak hari ini, pihaknya juga menemukan terdapat sejumlah buah-buahan dan telur yang dipasarkan dengan kondisi tidak layak atau hampir busur. Untuk memastikan kondisi itu pihaknya mengambil sampel untuk diuji lab.

“Langsung kita sita. Itu tindakannya. Nanti kita paparkan detailnya (jumlah yang disita),” terangnya.

Dia pun meminta agar pengelola pasar bisa meningkatkan kontrol terhadap produk yang dipasarkan. Dia menyarakan agar pengelola rajin melakukan penyisiran sehingga barang yang tak layak bisa langsung ditarik dari peredaran pasar.

Dia pun mengungkapkan bahwa kegiatan sidak akan berlanjut selama bulan Ramadan, baik pada pasar modern maupun tradisional. “Minimal ada 17 pasar,” tandasnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar