Yamaha

Ramadan Bukan Alasan Berhenti Berlari

  Senin, 20 Mei 2019   Rizma Riyandi
Kapten Bogor Runner Allzulfa Ruzqhi. (Husnul Khatimah/Ayobandung.com)

BOGOR, AYOJAKARTA.COM--Lari merupakan olahraga yang dapat dilakukan oleh siapapun dan dimanapun. Olahraga ini selain menyehatkan juga dipercaya dapat meningkatkan mood seseorang sehingga tak heran banyak orang yang menjadikan lari sebagai hobi dan munculnya banyak komunitas lari.

Bagi sebagian orang yang ketagihan lari mereka akan merasa ada yang kurang jika tak melakukan aktivitas ini begitu juga di saat bulan Ramadan, puasa tak akan menjadi pengahalang hobi mereka seperti yang dilakukan oleh penggemar olahraga lari yang tergabung dalam komunitas Bogor Runners.

Kapten Bogor Runners, Allzulfa Rizqhi mengatakan meskipun menahan lapar dan haus karena puasa sejumlah anggota yang tergabung di Bogor Runners tetap berlari dengan berbagai alasan.

"Bulan puasa kita tetap lari karena beberapa teman juga ada yang target untuk ikut event lari jadi kita harus tetap latihan," katanya kepada ayobogor.com, Senin (20/5/2019).

Selain alasan karena latihan untuk ikut perlombaan,  para pecinta lari di komunitas yang anggotanya mencapai 500 orang ini tetap berlari di bulan Ramadan juga karena lari bagi mereja telah menjadi gaya hidup.

"Bagi kita lari itu tak terpisahkan atau kita sebut sebagai recreational runners, jadi bagi kita berlari itu merupakan salah satu cara untuk menikmati hidup kita," kata Allzulfa.

Aktivitas lari di bulan puasa yang tetap digiatkan oleh anggota Bogor Runners tentunya berbeda dengan lari di luar bulan Ramadan. Perbedaannya terletak pada durasi dan waktu yang cocok untuk berlari.

Menurut Allzulfa ada tiga waktu yang pas untuk berlari di Bulan Ramadan yakni selepas Subuh, menjelang buka puasa dan setelah buka puasa.

"Subuh itu karena masih fit, namun kita seringnya sebelum buka atau habis buka puasa, tapi itu gimana teman-teman aja senangnya gimana," katanya.

Sementara terkait durasi waktu, di bulan Ramadan ini Bogor Runners biasanya lari selama kurang lebih 45-60 menit setiap Sabtu. Mereka biasanya melakukan aktivitas ini di pedestrian Kebun Raya, Lapangan Sempur atau lokasi lainnya yang disepakati.

"Biasanya kalau lari di hari biasa patokan ke jarak yakni menempuh minimal 8 hingga 10 kilomerer tapi kalau Ramadan patokan ke waktu larinya kira-kira 45 menit atau 1 jam yang disesuaikan kondisi tubuh masing-masing," ungkap Alzullfa.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar