Kisah Foto Wisuda di Kebun Tomat

  Selasa, 28 Mei 2019   Rizma Riyandi
Erica Alfaro bersama kedua orangtunya. (CNN)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Foto wisuda di studio atau bersama orangtua di depan kampus merupakan momen yang akan dikenang sepanjang masa. Namun bagi Erica Alfaro (29), setingan foto tersebut tak masuk dalam hitungannya.

Mahasiswi Universitas Negeri San Diego ini memilih pulang langsung dari acara wisuda dan mendatangi ibunya yang sedang sibuk bekerja di perkebunan tomat.

Masih lengkap dengan toga dan jubahnya, ia berpose bersama kedua orangtuanya dengan latar belakang hijaunya tanaman tomat. Alfaro punya alasan memilih kebun tomat sebagai foto wisudanya.

"Suatu hari saya ibu saya memberikan nasihat. Beginilah nasibnya (menjadi buruh tani) jika kamu tidak mengenyam pendidikan tinggi," jelas Alfaro.

AYO BACA : Kota Bogor Segera Wajibkan Pelajaran Antikorupsi di Sekolah

Nasihat itu membangunkannya dari masa depan yang suram. Saat usianya 15 tahun, Alfaro terpaksa keluar dari sekolah karena mengandung.

Ia kemudian hidup bersama suaminya berpindah-pindah. Namun berkat nasihat itu, ia memutuskan untuk kembali sekolah.

Satu tekad dalam hatinya, pendidikan akan mengubah nasibnya dan keluarga besarnya. Alfaro kemudian masuk homeschooling di Fresno pada usia 17. Setahun kemudian ia diterima di Fakultas Psikologi, Universitas Negeri San Marcos di California.

Namun nasib malang tak pernah menjauh dari hidupnya. Di semester pertama, bayinya dinyatakan mengidap cerebral palsy. Ia harus membagi waktu antara studi dan perawatan anaknya.

AYO BACA : Pelajaran Antikorupsi di Bogor Mulai Berjalan Tahun Ajaran Baru

"Saya membutuhkan waktu enam tahun untuk menyelesaikan S1 saya. Sangat melelahkan dan berat, tapi saya tak mau menyerah dengan keadaan," jelas Alfaro.

Dua tahun kemudian tepatnya 19 Mei 2019, Alfaro berhasil menuntaskan pendidikan masternya. Ia lulus dengan gelar S2 Pendidikan dengan bidang kajian konsultasi.

"Dengan cinta dan rasa hormat, saya dedikasikan gelar S2 ini untuk orangtua saya dan pengorbananannya. Berkat mereka, saya bisa memiliki masa depan yang lebih cerah," jelas Alfaro.

Ia membagikan kisah hidupnya ini di media sosial dan berharap foto bersama kedua orangtunya di kebun tomat menginspirasi ribuan warga migran lainnya untuk mencapai cita-cita mereka.

"Foto ini mewakili kamu migran. Orangtua membawa kami ke AS untuk kehidupan yang lebih baik dan sia-sia jika saya dan remaja lainnya tidak sekolah sungguh-sungguh," terangnya.

Alfaro merupakan bagian kecil dari migran Meksiko di Amerika Serikat. Orangtuanya merupakan warga Meksiko yang bermigrasi ke AS untuk kehidupan yang lebih baik.

Ibunya Tereasa Herrera dan ayahnya Claudio Alfaro pindah ke AS ketika keduanya masih berusia belasan, sebelum akhirnya bertemu dan menikah.

AYO BACA : Pelajar di Bogor Meriahkan Hardiknas dengan Lomba Membatik

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar