Persoalkan Status Ma'ruf Amin, BPN Dianggap Keliru

  Rabu, 12 Juni 2019   Rizma Riyandi
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani (kanan) menyambut kedatangan Calon Wail Presiden nomor urut 01 Maruf Amin (kedua kiri) saat melakukan pertemuan di Jakarta, Kamis (9/5/2019). Pertemuan tersebut dalam rangka silahturahmi antar pemimpin. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.

KUPANG, AYOJAKARTA.COM--Pengamat hukum tata negara dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr. Johanes Tuba Helan, MHum menilai, langkah BPN Prabowo-Sandiaga mempersoalkan keabsahan pencalonan Ma'ruf Amin adalah keliru.

"Mempersoalkan keabsahan pencalonan KH Ma'ruf Amin dalam Pilpres adalah langkah keliru yang dibuat BPN Prabowo, bahkan terkesan mengada-ada," kata Johanes Tuba Helan, Rabu (12/6/2019).

AYO BACA : Hari Ini TKN akan Sambangi MK

Dia mengemukakan pandangan itu, berkaitan dengan pernyataan Ketua Tim Hukum Pasangan capres dan cawapres Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto bahwa pasangan capres dan cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin dapat didiskualifikasi karena Ma'ruf Amin melanggar ketentuan Pasal 227 huruf p UU 7/2017 tentang Pemilu (UU Pemilu).

Menurut dia, kedudukan KH Ma'ruf Amin sebagai anggota dewan pengawas BNI Syariah dan Mandiri Syariah tidak bisa disamakan dengan pejabat atau karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

AYO BACA : Soetrisno Bachir Sarankan PAN dan Demokrat Bergabung Pemerintah

Namun, setelah terpilih dan dilantik menjadi Wakil Presiden, maka KH Ma'ruf Amin harus melepaskan jabatan di BNI Syariah dan Mandiri Syariah.

Artinya, untuk pencalonan tidak ada masalah, tetapi sesuai aturan, setelah dilantik, Ma'ruf Amin harus melepaskan jabatan tersebut, kata Johanes Tuba Helan.

Karena itu, Tim hukum BPN Prabowo-Sandiaga tidak perlu lagi mencari-cari alasan, yang kemudian membuat publik semakin yakin bahwa materi gugatan yang diajukan ke MK lemah," katanya.

BPN Prabowo-Sandiaga kata dia, sebaiknya fokus pada materi gugatan yang sudah disampaikan ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

AYO BACA : TKN Sebut Perbaikan Dalil Gugatan BPN ke MK Mengada-ada

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar