Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Australia Barat Naik

  Kamis, 11 Juli 2019   Istihanah Soejoethi
Andrew Oldfield, Director Partnerships TWA (Tourism Western Australia) dan Agus Ringgo Rahman. (ayojakarta.com/Istihanah Soejoethi)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Australia Barat merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi orang Indonesia. Buktinya, jumlah wisatawan Indonesia menduduki posisi ke-8 untuk mengunjungi Australia Barat. 

“Ini merupakan tahun yang luar biasa bagi kami di Australia Barat. Berdasarkan data Survei Pengunjung Internasional terbaru, terjadi peningkatan pengunjung pada 2018 di seluruh wilayah Australia Barat, dengan kontribusi dari wisatawan Indonesia sebanyak 32.700 pengunjung pada 2018, hal ini menunjukkan peningkatan sebanyak 9,5% dari tahun sebelumnya," ujar Andrew Oldfield, Director Partnerships TWA (Tourism Western Australia) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2019). 

Kenaikan jumlah tersebut, tentunya bukan tanpa sebab. Pasalnya, dua lokasi wisata di Australia Barat, Margaret River dan Southern Western Australia mendapat predikat sebagai tujan nomor satu se-Asia Pasifik untuk dikunjungi dari Lonely Planet. 

Tak hanya itu, ibukota Australia Barat, Perth juga mendapat predikat sebagai salah satu kota tercantik dan paling layak huni di dunia. Hal ini tentunya menjadikan Perth sebagai tujuam ideal untuk memulai petualangan ala Australia. Pengunjung Kota Perth akan menemukan rooftop bars, restoran bergaya fine dining, dan lorong-lorongtersembunyi yang diwarnai dengan street art yang mengarah ke deretan underground bars dan kafe- kafe modern.

Pembangunan Optus Stadium yang canggih dengan 60.000 tempat duduk dan beberapa ruang publik baru, seperti Elizabeth Quay dan Yagan Square, telah mengubah wajah kota ini. Penawaran alamnya juga berkelas dunia, termasuk salah satu taman kota terbesar di dunia, Kings Park, serta hamparan pantai metropolitan yang jernih nan indah di Rottnest Island.

“Perth telah mengalami transformasi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir dengan beragam hotel baru, kawasan publik, restoran dan bar, wisata budaya, dan rangkaian acara yang menarik,” jelas Andrew. 

"Di luar Kota Perth, pengunjung akan menemukan hutan pohon yang tinggi, garis pantai yang sangat indah, hasil bumi yang dijunjung tinggi, formasi batuan yang unik, dan interaksi dengan satwa liar yang tak terlupakan – semua ini paling cocok dinikmati dengan perjalanan darat."

Dalam kesempatan tersebut, Ringgo Agus Rahman juga berbagi pengalaman perjalanan di Australia Barat ketika ia mendapat kesempatan untuk mengunjungi Perth, Coral Coast, dan South West. 

"Australia Barat pasti ada dalam daftar rencana saya untuk berlibur tanpa meninggalkan kemajuan kota modern. Pembangunan di Australia Barat luar biasa, ini terlihat dari landmark yang khas di setiap wilayah, di mana pengunjung dapat menghabiskan waktu dan menikmati ragam atraksi berdasarkan minat khusus mereka, baik itu pemandangan alam, seni, musik, dan masih banyak lagi, ” kata Ringgo.

Untuk memenuhi kebutuhan pengunjung Muslim, yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia, Australia Barat juga menyediakan masjid, ruang sholat, dan restoran halal yang lokasinya mudah diakses pengunjung di situs Australia Barat dan juga telah dirujuk oleh beberapa media Indonesia.

Sebuah perjalanan tidak akan lengkap tanpa pengalaman kuliner, dan kuliner Australia Barat adalah salah satu yang tidak boleh dilewatkan. Mulai dari produk lokal, makanan, wine terbaik Australia Barat, restoran-restoran yang kualitasnya tidak diragukan lagi, hingga berbagai perhelatan kuliner yang berhasil menarik 400.000 ‘gourmet travelers’ setiap tahunnya. Pengunjung dapat memanjakan diri dengan cokelat, madu, kopi, dan wine pemenang penghargaan Australia Barat di Margaret River dan Swan Valley, seafood lezat di Fremantle, hidangan langka seperti truffle di Manjimup dan Pemberton, serta sederet acara kuliner yang tak terlupakan seperti Western Australia Gourmet Escape.

Australia Barat berada di tepi Samudera Hindia, menjadikannya sebagai surga bagi para pecinta seafood. Saat pengunjung melakukan perjalanan sepanjang garis pantainya, mereka dapat mencoba lobster di Geraldton, marron di South West, yabby, trout, barramundi, udang di Exmouth, kerang di Rottnest Island, kepiting di Mandurah, serta daging kerang di Broome.

Ada banyak penawaran menarik di Australia Barat, termasuk daftar acara yang paling ditunggu- tunggu di 2019. Untuk merayakan transisi musim wildflowers, Perth akan menjadi tuan rumah Kings Park Festival, sebuah tradisi tahunan untuk menyambut wildflowers, tanaman, serta budaya unik Australia Barat. Pada tahun ke-56-nya, Kings Park Festival akan mengusung tema 'Beauty, Rich and Rare' pada September 2019. Sepanjang bulan tersebut, pengunjung dapat melihat wildflowers musim semi yang menakjubkan dan berpartisipasi dalam berbagai acara yang ditawarkan, seperti pameran luar ruang, sesi jalan-jalan dan bincang santai yang dipandu, pameran fotografi, aktivitas keluarga, program wellness, serta ragam aktivitas menarik lainnya.

Terdapat lebih dari 12.000 spesies wildflowers di Australia Barat, menjadikan koleksi mereka sebagai yang terbanyak di dunia. Terhampar indah melintasi dataran 2,5 juta kilometer persegi, setiap tahunnya wildflowers menghadirkan warna dan aroma yang harus dilihat secara langsung, terlebih lagi karena spesies ini hanya dapat ditemui di Australia Barat. Pengunjung dapat menikmati indahnya hamparan bunga selama enam bulan dalam setahun, saat musim dimulai pada bulan Juni di utara hingga bulan November di pantai selatan.

Untuk memikat penggemar kuliner, acara tahunan Western Australia Gourmet Escape akan diselenggarakan pada 8-17 November 2019 di Swan Valley, Perth, dan Margaret River. Perhelatan kuliner ini diadakan selama 10 hari dengan makan siang bersama di lokasi yang indah dan barbekyu di pantai, serta demo memasak dan wine tasting. Acara tahunan ini telah menarik para chef terkenal dunia seperti Nigella Lawson, Heston Blumenthal, dan Rick Stein.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar