Tergerus Waktu, Penjual Batu Akik di Rawa Bening Berkurang

  Kamis, 11 Juli 2019   Rizma Riyandi
Perajin menyelesaikan pembuatan kujang berbahan batu akik di Sukaharja, Karawang, Jawa Barat, Selasa (18/6/2019). Perajin di workshop tersebut mampu memproduksi 50 - 100 kujang per bulan dengan harga jual Rp150 ribu - Rp1,5 juta per kujang tergantung dari bahan dan ukurannya dan sudah dipasarkan ke sejumlah negara seperti AS, Argentina, London, Malaysia dan Singapura. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/pd.

JAKARTA TIMUR, AYOJAKARTA.COM--Seiring dengan memudarnya tren batu akik, jumlah pedagang batu akik di Pasar Rawa Bening atau Jakarta Gems Centre saat ini berkurang sekitar 30 persen.

"Dulu, pas tren-trennya batu akik, di sini ada 900-1.000-an pedagang," kata Kepala Pasar Rawa Bening Jakarta Dede Waskita di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Saat ini, jumlah pedagang batu akik yang masih setia berjualan di Pasar Rawa Bening sekitar 700-750 orang, termasuk perajin yang membuka jasa gosok batu akik.

Meski jumlah pedagang menyusut, pasar Jakarta yang dikenal sebagai sentra batu mulia se-Asia Tenggara itu tetap tak kehilangan pamornya.

AYO BACA : Penjualan Daging Sapi di Pasar Induk Kramatjati Turun

Di lantai dua, terlihat beberapa kios yang kosong, namun pada pengunjung terlihat masih berseliweran. Apalagi di lantai satu yang masih padat pedagang dan pembeli datang silih berganti.

Setiap hari, pasar masih tetap banyak dikunjungi pengunjung yang mencari batu akik untuk sekadar koleksi maupun oleh-oleh untuk kerabat meski tak seramai dulu.

"Rawa Bening masih tetap eksis sebagai pasar batu. Ya, istilahnya bagi yang bener-bener penghobi batu akik. Apalagi, batu mulia kan masih stabil pasarnya," katanya.

Para pedagang yang tersisa, kata Dede, mayoritas pedagang lama, sementara para pedagang baru yang dulu muncul saat tren sudah tidak ada lagi.

AYO BACA : Tak Layak, Warga Takut Menyebrang di JPO Jatinegara

"Dulu saat booming kan ada pedagang baru. Lha kalau sekarang tinggal pedagang lama yang punya pelanggan tetap," katanya.

Sementara itu, sejumlah pedagang di Pasar Rawa Bening juga mengakui turunnya omzet dibandingkan saat booming batu akik beberapa waktu lalu.

"Dulu, paling dikit dapat Rp2 juta per hari, bahkan bisa Rp6 juta per hari. Sekarang, kadang enggak dapat sama sekali," kata pemilik President Art Stone, Sandi Sadewo.

Pedagang lain yang enggan disebut namanya mengaku sekarang pembeli yang datang adalah pelanggan dan penggemar.

"Beda sama dulu, orang-orang baru pada datang. Sekarang, langganan sama orang-orang yang penghobi batu," kata pemilik Zaidan Gems.

AYO BACA : Pasar Lokbin Cililitan Sediakan Lapak bagi Penyandang Disabilitas

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar