Yamaha

Mengelola Limbah Elektronik Jakarta

  Jumat, 12 Juli 2019   Rizma Riyandi
Limbah Elektronik (pixabay)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Tumpukan televisi tabung rusak teronggok di gudang milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Kamis (11/7/2019) siang, seolah pasrah menunggu giliran diangkut petugas ke dalam truk kontainer yang sudah menunggu.

"Mereka" tak sendiri, di gudang yang terletak di kawasan Cililitan, Jakarta Timur itu.  Adapun tumpukan karung berisi lampu bekas, baterai, kabel-kabel, dan aneka peralatan elektronik lain.

Bahkan yang berukuran jumbo pun ada, sekelas mesin cuci dan kulkas. Sekilas, masih ada yang tampak bagus, tetapi jelas sudah tak berfungsi lagi karena telah habis masa pakainya.

Limbah-limbah bekas itu akan dibawa oleh PT Teknotama Lingkungan Internusa, perusahaan pengolah limbah yang memenangi tender proyek pengolahan limbah DLH DKI.

Setiap tahun, DLH DKI mengadakan setidaknya dua kali kegiatan pengangkutan limbah elektronik dan bahan berbahaya dan beracun (B3) ke pabrik pengolah limbah.

Limbah-limbah itu berasal dari pengumpulan di tingkat masyarakat. Mayoritas memang TV tabung (2.753,14 kilogram), lalu lampu (574,66 kilogram), dan baterai (518,35 kilogram).

Pengumpulan limbah elektronik itu dilakukan oleh para petugas DLH di tingkat kecamatan. Tak jarang, mereka memilahnya dari depo sampah yang ada di perumahan-perumahan.

Untuk limbah elektronik, Jakarta Pusat paling banyak, yakni 1.786,61 kilogram, disusul Jakarta Utara (1.149,66 kilogram), Jakarta Selatan (1.027,73 kilogram), Jakarta Timur (921,44 kilogram), dan Jakarta Barat (891,15 kilogram).

Dari data itu, pengumpulan limbah elektronik di DKI Jakarta dari lima kota administratif selama Januari-Mei 2019 jika ditotal mencapai 5.776,59 kilogram atau 5 ton.

Namun, angka tersebut ternyata belum menunjukkan total produksi limbah elektronik dari aktivitas masyarakat karena kegiatan DLH sifatnya hanya pengumpulan.

"Artinya, masih banyak limbah elektronik lainnya yang tidak terkumpul ke kami," kata Kepala Seksi Pengelolaan Limbah B3 DLH DKI Jakarta, Rosa Ambarsari.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar