Yamaha

ISPA Serang Para Pencari Suaka

  Jumat, 12 Juli 2019   Rizma Riyandi
Pencari suaka menunggu giliran untuk memasuki bus saat akan dipindahkan dari trotoar kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Pemerintah DKI Jakarta memindahkan pencari suaka yang berasal dari Afganistan, Somalia, Sudan dan Pakistan ke lahan bekas Markas Komando Distrik Militer (Makodim) Kalideres, Jakarta Barat. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

JAKARTA BARAT, AYOJAKARTA.COM--Sejumlah pengungsi suaka politik dari berbagai negara yang menetap di tempat penampungan sementara di bekas gedung Kodim Kalideres, Jakarta Barat, menderita infeksi saluran pernapasan (ISPA).

Dua dokter dibantu beberapa petugas medis Puskesmas Kalideres tampak kewalahan melayani pasien. Bahkan beberapa di antara pengungsi ini tidak bisa berbahasa Inggris dan Indonesia, sehingga perlu didampingi penerjemah.

AYO BACA : 998 Pencari Suaka Tempati Tenda Sementara di Kalideres

"Mayoritas pengungsi menderita ISPA, seperti batuk dan flu," kata Anton, dokter dari Puskesmas Kalideres saat ditemui di lokasi penampungan, Jumat (12/7/2019).

Dia menjelaskan bahwa Pemerintah DKI Jakarta memberikan bantuan pengobatan gratis untuk para pengungsi suaka sebagai bentuk peduli kemanusiaan kepada mereka yang menjadi korban konflik dan perang.

AYO BACA : Para Pencari Suaka Mendapat Pengobatan dari Puskesmas Kalideres

"Untuk pemeriksaan penyakit harus dilakukan di Puskesmas atau rumah sakit, karena sekarang khusus untuk pengobatan saja," ujarnya.

Lebih lanjut Anton menganjurkan pengungsi agar menghabiskan obat yang telah diberikan serta menjaga kebersihan di sekitar kawasan penampungan.

Selain mengidap ISPA, beberapa di antara pengungsi ini juga ada yang mengalami demam panas, patah tulang dan juga hamil, sehingga perlu mendapatkan penanganan medis yang intensif.

AYO BACA : Jalan Panjang Para Pencari Suaka

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar