Yamaha

Berkenalan dengan IBMA, Komunitas Kurir Sepeda di Indonesia

  Kamis, 18 Juli 2019   Rizma Riyandi
Petugas jasa kurir bersepeda dari WestBike Messenger Service (WMS), mengayuh sepedanya saat mengantar paket di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (13/1). (Republika)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Profesi kurir sepeda juga memiliki wadah organisasi, baik di tingkat internasional maupun nasional. Westbike Messenger Service juga memelopori terbentuknya Indonesia Bike Messenger Association (IBMA).

IBMA menghimpun komunitas-komunitas sepeda di sejumlah kota untuk menyediakan layanan kurir sepeda hingga terbentuk di 25 kota di Indonesia dengan kurir berjumlah sekitar 200 orang.

Layanan kurir sepeda ini selain di Jakarta juga ada di Lampung, Mendang, Surabaya, dan Bandung.

Dari sekian banyak komunitas kurir sepeda, hanya WMS satu-satunya berstatus badan usaha beralamat di Jalan Kebayoran Lama Nomor 27, Jakarta Barat.

WMS dan IBMA juga melatih potensi para kurir tidak hanya lihai dalam bekerja, tapi juga jago balapan sepeda The Cycle Messenger World Championship (CMWC). Pemenang kejuaraan ini menyandang gelar juara dunia kurir sepeda.

Kejuaraan tahunan ini digelar berpindah-pindah dari satu negara ke negara lainnya. Pada kejuaraan ke-23 tahun 2015 di Melbourne, Australia, untuk pertama kali Indonesia ikut serta.

Selanjutnya terus bergilir pada 2016, 2017 di Montreal, Kanada, IBMA menawarkan diri menjadi tuan rumah CMWC ke-27 di Jakarta.

Bak gayung bersambut, tawaran yang dibuat dengan segala persiapan matang diterima forum CMWC yang memutuskan Jakarta sebagai tuan rumah kejuaraan ke-27 pada 2019.

Agustus mendatang Jakarta akan kedatangan para kurir sepeda dari berbagai negara. Panitia mencatat 187 peserta dari 23 negara yang mendaftarkan dirinya.

Kejuaraan akan berlangsung selama lima hari, mulai  21 sampai 26 Agustus diawali dengan prakegiatan di Bali pada 16-17 Agustus mendatang.

"Walaupun mereka kurir sepeda, tapi mereka punya prestasi ikut lomba di luar negeri," kata Hendi bangga.

Selain mengasah potensi sebagai pembalap, kurir sepeda juga dilatih jiwa bisnisnya untuk menjual produk-produk 'apparel' sepeda, sehingga profesi ini diyakini mampu bertahan pada era industri 4.0.
  
Menjalani profesi kurir sepeda tak semulus adegan film "Premium Rush". Berbagai rintangan dan tantangan masih perlu dihadapi, mulai dari sarana prasarana jalan dan lintasan sepeda yang belum tersedia menyeluruh, kondisi jalanan kurang mulus, rambu-rambu pesepeda masih abu-abu.

Selain itu, kebutuhan tempat parkir dan fasilitas kamar mandi umum bagi para pesepeda mandi.

"Karena kita negara tropis, bersepeda di bawah suhu panas ini bisa dibayangkan banyak keringat. Fasilitas kamar mandi bagi pesepeda paling dibutuhkan," kata Hendi yang tengah menantikan kelahiran buah hati keduanya.

Jalan Ibu Kota Jakarta belum ramah bagi pesepeda adalah tantangan yang harus dihadapi Akmal (31).

Pria lulusan D-III perhotelan ini baru memulai usahanya sebagai kurir sepeda. Niatnya tidak hanya untuk bekerja, tapi ingin mengurangi polusi Jakarta.

"Selain hobi, memang saya juga ingin mengurangi polusi terutama di wilayah saya Jakarta Barat," katanya.

Mereka terus bersemangat membangun budaya ramah lingkungan melalui profesinya sebagai kurir sepeda. Aktivitas mereka juga menjadi bagian dari kampanye mewujudkan "go green".

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar