Yamaha

Bambang Soesatyo Setuju Munas DIgelar Usai Pelantikan Presiden

  Kamis, 18 Juli 2019   Rizma Riyandi
Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo menaiki mobil listrik seusai menemui Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/7/2019). Menurut Bambang Soesatyo, pertemuan dengan Presiden Joko Widodo tersebut membahas masa depan Golkar agar menjadi partai yang bisa menyatukan semua kekuatan. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Politisi Golkar Bambang Soesatyo menyatakan setuju apabila Musyawarah Nasional Golkar dilakukan Desember 2019, atau setelah pelantikan Presiden dan Wapres Terpilih.

AYO BACA : Ketua DPR Bambang Soesatyo Usulkan Kementerian Baru kepada Jokowi

"Untuk Munas saya katakan dengan tegas, kita akan menjaga komitmen. Karena 20 Oktober pelantikan Presiden, maka jangan ada kegaduhan. Saya pribadi berpandangan Munas kita lakukan setelah pelantikan Presiden," kata Bamsoet di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

AYO BACA : Nurdin Halid Bantah Berikan Dukungan pada Bambang Soesatyo

Bamsoet mengatakan Munas sebaiknya setelah pelantikan Presiden agar tidak ada tudingan yang menyebut dirinya menginginkan otoritas terkait pengusulan pengisian jabatan di pemerintahan Jokowi.

"Agar tidak ada tudingan bahwa kami menginginkan posisi penting dengan merebut partai sebelum pengisian jabatan (kabinet). Tujuan memimpin partai bukan melulu soal jabatan, tapi menjaga partai tetap besar," kata dia.

Kalau perlu, kata Bamsoet, Munas Golkar sebaiknya diselenggarakan setelah pelantikan kabinet pemerintahan Jokowi.

"Kalau perlu sampai pelantikan kabinet (baru Munas), agar kami tidak dituding menginginkan posisi itu. Kerja kami kerja ikhlas menjaga Golkar tidak merosot lagi," ujar Bamsoet.

AYO BACA : Bamsoet Siap Maju Jadi Calon Ketum Golkar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar