Yamaha

Terkait Pelebaran Trotoar Cikini, Pemprov DKI Utamakan Pejalan Kaki

  Senin, 22 Juli 2019   Rizma Riyandi
Pekerja membongkar trotoar lama di Jalan Cikini Raya depan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu (19/6/2019). Revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Cikini Raya-Pramuka dan Jalan Kramat Raya-Salemba sepanjang 10 kilometer dengan anggaran sebesar Rp75 miliar tersebut bertujuan agar ramah bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Pelebaran trotoar seperti yang dilaksanakan di Jalan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, adalah cara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memprioritaskan pejalan kaki dan meningkatkan penggunaan transportasi umum.

"Nomor satu itu pejalan kaki, itu yang kita utamakan. Makanya proyek penataan trotoar Cikini ini kita buat untuk pejalan kaki. Ini untuk membudayakan orang untuk berjalan kaki dan kemudian disambung dengan penggunaan transportasi umum," ungkap anggota Tim Percepatan Kegiatan Strategis Daerah (TPKSD) dari Dinas Bina Marga DKI Hilman Gunung Mulia yang ditemui ketika melakukan survei revitalisasi trotoar di Jalan Cikini pada Senin (22/7/2019) siang.

AYO BACA : Revitalisasi Trotoar Cikini Sebabkan Kemacetan di Beberapa Titik

Menurut Hilman, revitalisasi trotoar telah dilakukan sesuai dengan aturan yang ada dengan lebar trotoar untuk pejalan kaki memiliki minimal lebar 3,5 meter.

"Kami menata trotoar dengan lebar empat meter itu dengan penataan ada ruang untuk tanaman, pejalan kaki dan ruang untuk penyandang disabilitas," ungkapnya.

AYO BACA : Warga Keluhkan Polusi Pembangunan Trotoar Cikini

Pemprov DKI Jakarta melaksanakan revitalisasi trotoar sepanjang 10 kilometer di kawasan Cikini dan Kramat Raya yang berlangsung sejak Juni lalu.

Rencananya revitalisasi itu akan selesai pada Desember tahun ini. Revitalisasi trotoar di Jalan Cikini rencananya akan memperlebar ruang pejalan kaki menjadi sekitar empat sampai dengan tujuh meter.

Pelebaran trotoar, menurut pengamat tata kota Yayat Supriatna, merupakan langkah positif karena mendukung hak pejalan kaki.

Namun, dia berpendapat pemerintah provinsi harus bersiap mengantisipasi kemungkinan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar menjamur di lokasi tersebut.

"Jadi kalau tidak ada penegakan hukum ya sama saja, itu menjadi pasarnya PKL dan parkir liar. Jadi ketika sudah ada pelebaran trotoar, Satpol PP harus tegas," ungkapnya ketika dihubungi.

AYO BACA : Pelebaran Trotoar Cikini Baik Bagi Pejalan Kaki

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar