Pemkot Jakbar Kaji Rencana Penataan Pemukiman Padat Penduduk

  Selasa, 23 Juli 2019   Rizma Riyandi
Deretan permukiman penduduk di bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta, Jumat (19/7/2019). Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) memperkirakan proyek normalisasi Sungai Ciliwung akan berjalan pada tahun 2020 dikarenakan proses pembebasan lahan belum selesai serta penyesuaian konsep normalisasi dengan Pemprov DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

JAKARTA BARAT, AYOJAKARTA.COM--Pemeritah Kota Administrasi Jakarta Barat tengah mengkaji rencana untuk menata lingkungan di daerah pemukiman padat penduduk dengan memberikan ruang ventilasi dan mengembalikan fungsi saluran pembuangan air.

"Kita mengadopsi aspirasi masyrakat untuk menata lingkungan di lokasi sasaran, terutama di Jakarta Barat ada 92 wilayah kumuh yang harus kami tangani," ungkap Kepala Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Suharyanti ketika ditemui di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

AYO BACA : Sebagian Warga Cililitan Bertahan di Lantai 2 Rumah

Menurut data pemerintah dari Badan Pusat Statisik (BPS), ada sekitar 92 Rukun Warga (RW) yang masuk dalam kategori kumuh dari 586 RW yang berada di 56 kelurahan di Jakarta Barat.

Beberapa di antaranya kini masuk dalam wilayah yang dikaji untuk ditata karena masuk dalam kategori kumuh akibat padatnya bangunan, kepadatan pendudukan serta kurangnya fasilitas sanitasi, cara membuang sampah, jalan lingkungan hingga pencahayaan rumah.

AYO BACA : Si Jago Merah Lalap Pemukiman di Tebet

"Kalau tahun ini kajian selesai, tahun depan kita tindak lanjuti mulai penataan fisik berupa perbaikan sarana prasarana. Dimulai dengan yang jadi aset kita, seperti jalan saluran," ungkapnya.

Jakarta Barat adalah daerah dengan jumlah penduduk kedua terbesar di DKI Jakarta yaitu memiliki penduduk sekitar 2.528.065 jiwa, tepat berada di bawah Jakarta Timur.

Namun, dalam hal kepadatan penduduk, Jakarta Barat menempati posisi pertama dengan statistik 19.757 jiwa per kilometer persegi, menurut data BPS.

Beberapa daerah tersebut merupakan pemukiman padat penduduk seperti Jembatan Besi dan Duri di Kecamatan Tambora dan Jatipulo di Kecamatan Palmerah.

AYO BACA : 2 Ekor Buaya Masuk Pemukiman Resahkan Warga Bogor

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar