Anies Baswedan Resmikan Aplikasi e-Uji Emisi Hari Ini

  Selasa, 13 Agustus 2019   Hendy Dinata
[REDAKSI] (Jakarta, Redaksi) Anies Baswedan Resmikan Aplikasi e-Uji Emisi Hari Ini. (ayojakarta.com/Hendy Dinata)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta rencananya akan meresmikan aplikasi e-Uji Emisi hari ini, Selasa (13/8/2019). 

Untuk diketahui, aplikasi e-Uji Emisi dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai segala sesuatu berkaitan dengan uji emisi kendaraan.

Kepala Seksi Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Agung Pujo Winarko, menjelaskan, diharapkan dengan adanya aplikasi ini dapat memberikan wawasan kepada masyarakat akan pentingnya uji emisi kendaraan karena dapat mengurangi polusi udara di Jakarta.

“Jadi, aplikasi ini memudahkan masyarakat untuk memperoleh informasi uji emisi. Namun demikian aplikasi itu masih terbatas untuk pengguna android,” jelas Agung. 

Dalam pelaksanaan uji emisi pada kendaraan roda empat ini kami memperkenalkan aplikasi bernama E-Uji Emisi untuk user android. Di aplikasi ini ada berbagai informasi seputar uji emisi yang bisa digunakan masyarakat.

Fitur-fitur dalam aplikasi itu antara lain, sejarah kendaraan masyarakat, kapan terakhir dilakukan uji emisi, dan seperti apa hasilnya. 

Pengguna juga bisa melihat aturan pemerintah terkait uji emisi, serta menunjukan bengkel-bengkel yang dapat melakukan uji emisi di lokasi terdekat.

“Jadi, masyarakat tinggal memasukan plat nomor, sudah kelihatan history uji emisinya, lengkap dengan kapan lagi ia harus melakukan uji emisi. Karena seharusnya uji emisi kendaraan itu dilakukan setiap enam bulan sekali, lalu masyarakat juga bisa mencari tahu bengkel-bengkel uji emisi terdekat dari lokasi di mana dia berada,” kata Agung.

Setidaknya saat ini sudah ada 218 bengkel yang sudah terverifikasi yang telah bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta. Menurut Agung uji emisi sangatlah penting untuk menjaga agar udara tetap bersih dan menghindari polusi udara.

“Kualitas udara di DKI Jakarta, memang kondisinya kurang bagus. Artinya sekitar 60-70 persen berasal dari kendaraan bermotor. Nah, caranya kita memperbaiki kualitas udara dengan uji emisi. Jadi, ada ambang batasnya, berapa maksimal. kalau di atas itu, berarti potensi pencemarannya lebih,” ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar