Yamaha

Ini Catatan KPK untuk Pemkot Bekasi

  Kamis, 29 Agustus 2019   Firda Puri Agustine
KPK

BEKASI, AYOJAKARTA.COM--Kota Bekasi mendapat skor pencapaian Monitoring Center of Prevention (MCP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebesar 79 persen. Angka ini disebut baik, namun ada beberapa hal yang masih perlu mendapat perhatian.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) wilayah  Jawa Barat Tri Budi Rochmanto menjelaskan, salah satu yang paling pokok adalah mengenai sertifikasi aset di Kota Bekasi.

Berdasarkan catatan KPK, kata Tri, baru ada 200-an dari 2668 aset yang disertifikatkan. Artinya, kurang dari 20 persen dari target yang seharusnya.

“Ini kami dorong untuk dilakukan agar tercatat dengan baik dan rapih. Tahun 2019 ini juga katanya Pak Walikota Bekasi mau menargetkan ada 750 aset lagi yang akan disertifikatkan,” kata Tri di Bekasi, Rabu (28/8/2019).

Dia mengatakan, ada delapan fokus area yang menjadi pusat pengawasan dan evaluasi. Tujuh di antaranya, yakni perencanaan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, manajemen ASN, kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP),  manajemen aset daerah dan optimalisasi pendapatan daerah.

Sementara itu Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengapresiasi keberhasilan capaian MCP tersebut yang tak lepas dari optimalisasi beberapa sistem dan regulasi di Kota Bekasi.

“Pemerintah Kota Bekasi akan mengikuti arahan yang sudah diberikan KPK. Mulai dari penguatan kelembagaan hingga penguatan sumber daya manusia,” kata Rahmat. 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar