Warga Sentul City Desak Pemkab Tegas Soal Larangan Pungutan SPAM

  Selasa, 03 September 2019   Husnul Khatimah
Ratusan warga perumahan Sentul City, Kabupaten Bogor yang tergabung dalam Komite Warga Sentul City (KWSC) menggeruduk Kantor Bupati Bogor, Senin (2/9/2019). (Husnul Khatimah/Ayobogor.com)

BOGOR, AYOJAKARTA.COM--Ratusan warga perumahan Sentul City, Kabupaten Bogor yang tergabung dalam Komite Warga Sentul City (KWSC) menggeruduk Kantor Bupati Bogor, Senin (2/9/2019).

Warga menuntut Pemerintahan Kabupaten Bogor tegas melaksanakan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pelarangan pemungutan Biaya Pemeliharaan dan Perbaikan Lingkungan (BPPL) dan pencabutan ijin Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) oleh pihak Sentul City.

"Kami ini sudah memenangkan dua keputusan MA terkait ijin SPAM dan biaya pengelolaan lingkungan tetapi setelah adanya keputusan MA baik Sentul City maupun Pemkab Bogor tidak patuh, kami minta Pemkab Bogor tegas karena saat ini Sentul City tidak ada hak lagi," ujar Juru Bicara KWSC, Deni Erliana.

Dia mengatakan usai putusan MA, pihak Sentul City masih menagih BPPL dan biaya SPAM padahal menurutnya ijin SPAM sudah dicabut dari pengelola Sentul City dan dilimpahkan oleh Bupati kepada PDAM.

"Sentul City telah melakukan tindakan yang pada intinya mengabaikan keputusan-keputusan hukum. Pada saat semua itu terjadi, Pemerintah Kabupaten Bogor dan PDAM tidak melakukan apa pun, mencegah atau setidaknya memperingatkannya. Oleh karena itu, Komite Warga Sentul City perlu menanggapi tindakan itu," katanya.

Selain tuntutan diatas pihaknya juga menyesalkan sampah warga yang tidak diangkut serta sejumlah sambungan air warga diputus dengan alasan mereka tidak membayar pungutan BPPL.

"Kedua perusahaan mulai menghentikan layanan pengangkutan sampah bagi warga yang menolak membayar BPPL. Kami juga akan meminta PDAM memasang kembali sambungan warga yang telah diputus. Kami kasih Pemda waktu 1 minggu merealisasikan tuntutan kami, kalau tidak kami akan datang lebih banyak lagi dan demo di istana," tukas Deni.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar