KPK Cegah Pemegang Saham SIAM Group Holding ke Luar Negeri

  Rabu, 11 September 2019   Aldi Gultom
Febri Diansyah/Jawapos

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan ke luar negeri atas pemegang saham SIAM Group Holding, Lukma Neska, selama enam bulan ke depan.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan, pencegahan dilakukan dalam penyidikan kasus suap terkait perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Services Pte. Ltd (PES) selaku "subsidiary company" PT Pertamina (Persero) dengan tersangka Bambang Irianto (BTO).

"KPK telah mengirimkan surat pelarangan ke luar negeri terhadap satu orang, yaitu Lukma Neska, pemegang saham dari SIAM Group Holding. Yang bersangkutan dilarang bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan terhitung 2 September 2019," kata Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (11/9/2019).

Kemarin (Selasa, 10/9/2019), KPK telah menetapkan Managing Director Pertamina Energy Services Pte. Ltd (PES) periode 2009-2013, Bambang Irianto (BTO), sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Bambang juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) sebelum penggantian pada 2015.

Dalam konstruksi perkara disebutkan bahwa tersangka Bambang diangkat menjadi Vice President (VP) Marketing PES pada 6 Mei 2009.

AYO BACA : Mantan Petinggi Pertamina Jadi Tersangka Mafia Minyak

Pada 2008, saat tersangka Bambang masih bekerja di kantor pusat PT Pertamina, bertemu dengan perwakilan Kernel Oil Pte. Ltd (KERNEL OIL) yang merupakan salah satu rekanan dalam perdagangan minyak mentah dan produk kilang untuk PES/PT Pertamina.

Tersangka Bambang bersama sejumlah pejabat PES menentukan rekanan yang akan diundang mengikuti tender. Salah satunya yang sering diundang untuk mengikuti tender dan akhirnya menjadi pihak yang mengirimkan kargo untuk PES/PT Pertamina adalah Emirates National Oil Company (ENOC).

Diduga, perusahaan ENOC diundang sebagai kamuflase agar seolah-olah PES bekerjasama dengan NOC agar memenuhi syarat pengadaan. Padahal, minyak berasal dari KERNEL OIL.

Tersangka Bambang diduga mengarahkan untuk tetap mengundang NOC meskipun mengetahui bahwa NOC bukan pihak yang mengirim kargo ke PES/PT Pertamina.

Tersangka Bambang diduga telah menerima uang sekurang-kurangnya 2,9 juta dolar AS  melalui rekening perusahaan SIAM Group Holding Ltd atas bantuan yang diberikannya kepada KERNEL OIL.

Bambang dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar