PKL Boleh Jualan di Trotoar, Anies Mengundang Blunder Baru

  Rabu, 11 September 2019   Rizki Amana
Pengamat tata kota Nirwono Yoga/Ayojakarta.com

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menyulap fungsi sebagian trotoar sebagai tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL) seperti layaknya di kota-kota modern. 

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Yoga menilai rencana tersebut sebagai contoh buruk dari kebijakan yang akan ditetapkan. Apalagi, Jakarta selama ini menjadi contoh pembangunan bagi kota-kota besar lainnya. 

AYO BACA : Trotoar untuk Lapak PKL, Anies Jangan Cari Alasan Pembenaran

"Justru kita memberikan contoh yang buruk. Maksudnya baik tapi justru melanggar, itu justru akan mengundang blunder baru lagi," jelasnya di Kantor DPRD DKI, Kebon Sirih, Rabu (11/9/2019).

Di sisi lain, Nirwono mengungkapkan bila memang peduli akan nasib PKL. Semestinya, Anies dapat menyediakan wadah yang terkonsep bagi para pedagang. Solusi itu agar lebih dapat mengikutsertakan PKL sebagai unsur pembangunan perekonomian ibu kota.

"Dimasukkan ke dalam pasar rakyat. Pemerintah kan bisa menyelenggarakan kegiatan festival, seumpamanya dalam acara kesenian. Jadi bukan PKL tidak boleh berjualan, boleh jualan tetapi diatur. Ini yang harus dijelaskan," paparnya.

AYO BACA : Anies Pastikan PKL di Jakarta Boleh Berdagang di Trotoar

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar