Dakwaan Tidak Sinkron Rommy Ajukan Nota Keberatan

  Rabu, 11 September 2019   Editor
Mantan Ketum PPP M Romahurmuziy/Antara

JAKARTAPUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Anggota DPR RI 2014-2019 Muhammad Romahurmuziy alias Rommy menilai ada ketidaksinkronan dalam surat dakwaan terhadapnya yang dibacakan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi.
 
"Di dakwaan"saya didakwa bersama-sama Menag Lukman Hakim Saifuddin namun dalam uraian saya membantu Haris (kepala Kantor Kemenag Jatim)," kata Rommy di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (11/9/2019).

"Jadi saya ini bantu Lukman Hakim atau bantu Haris? Karena dalam dakwaan saya bantu Lukman tetapi di uraian saya bantu Haris, itu ada di halaman enam dan tujuh (surat dakwaan)," sambung mantan ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut. 

AYO BACA : Lakukan Intervensi, Rommy Didakwa Terima Suap Ratusan Juta

Menanggapi tuntutan jaksa KPK, Rommy akan mengajukan nota keberatan.

"Karena ada beberapa yang belum dimengerti, izinkan saya ajukan nota keberatan sendiri". Nanti penasihat hukum juga ajukan nota keberatan," jelasnya.

Rommy didakwa telah menerima suap bersama-sama dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dengan total Rp 325 juta dari Kepala Kantor Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin. Selain itu, dia juga didakwa menerima suap Rp 91,4 juta dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar