Yamaha

PWI Bali Usul BJ Habibie Dinobatkan Sebagai Bapak Kemerdekaan Pers

  Jumat, 13 September 2019   Aldi Gultom
Bacahruddin Jusuf Habibie/Tempo

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali, IGMB Dwikora Putra, mengusulkan penobatan almarhum Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, sebagai Bapak Kemerdekaan Pers.

"Bagi kita sebagai orang pers, almarhum BJ Habibie adalah tokoh kunci dari kemerdekaan pers di Tanah Air, karena UU 40/1999 tentang Pers adalah produk UU pada era kepemimpinan Beliau," kata IGMB Dwikora Putra, di Denpasar, dikutip dari Antara, Jumat (13/9/2019).

Karena itulah pimpinan media cetak di Pulau Dewata itu menyatakan Habibie layak dinobatkan sebagai Bapak Kemerdekaan Pers Indonesia. Dia memiliki peran penting bagi kalangan media dengan menandatangani UU Pers saat menjabat presiden atau tepatnya pada 23 September 1999.

"Jadi, sangat wajar kalau beliau dinobatkan sebagai Bapak Kemerdekaan Pers Indonesia pada 23 September mendatang, karena UU Pers yang berusia hampir 20 tahun itu merupakan produk kepemimpinan beliau. Jadi, 23 September 2019 adalah momentum penobatan itu," katanya.

AYO BACA : SBY: Habibie Bapak Reformasi, Demokrasi dan Teknologi

Apalagi, semasa hidupnya, BJ Habibie tidak pernah memiliki masalah serius dengan pers. 

"Beliau sangat demokratis dan menghargai pers. Pendek kata, almarhum adalah orang yang sangat berjasa kepada pers Indonesia," tambahnya.

Usul itu didukung peneliti media dari Universitas Udayana (Unud) Bali, Dr. Ni Made Ras Amanda Gelgel, yang menyebut BJ Habibie sebagai presiden yang berperan dalam menghapus perizinan yang menghalangi penyelenggaraan media massa.

"Dengan SIUP (Surat Izin Usaha Penerbitan) dihapus, maka keran kebebasan berekspresi terbuka. Jadi, beliau adalah Bapak Kemerdekaan Pers," kata dosen FISIP Unud itu.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar