Meriahnya Festival Indonesia di Quito

  Jumat, 20 September 2019   Editor
Foto: Pensosbud KBRI Quito

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Untuk ketiga kalinya KBRI Quito menyelenggarakan kegiatan Festival de Indonesia di Carolina Park, Quito pada 14-15 September 2019. 

Festival ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-74 RI. Antusiasme masyarakat Ekuador di Quito yang sudah menunggu-nunggu bisa menyaksikan secara langsung penampilan budaya dan mencicipi makanan khas Indonesia.

Umumnya pengunjung Carolina Park. Hadir juga tamu-tamu berasal dari perwakilan diplomatik, Friends of Indonesia dan sejumlah pengusaha.

Festival de Indonesia 2019 fokus workshop pembuatan batik tulis selama dua hari berturut-turut yang dipandu seorang pembatik dari Museum Tekstil Jakarta. Jadwal workshop dibagi dua sesi yaitu pagi dan siang. Para pengunjung bersemangat mendaftar workshop batik tulis ini, sementara kuota dibatasi 50 orang per hari. 

Para peserta workshop serius mempelajari semua langkah pembuatan batik mulai dari mencanting, mencelup, nglorot atau membuang sisa lilin sampai menunggu hasil karyanya kering untuk dibawa pulang. Desain batik yang disiapkan juga sangat menarik, bukan saja berupa desain batik tradisional seperti parang atau kawung tapi juga desain-desain kontemporer seperti anggrek, Monas dan ondel-ondel.

Kegiatan selama dua hari tersebut juga diisi penampilan budaya berupa tari-tarian dari berbagai daerah di Indonesia yang yang dikirim Pemda DKI Jakarta seperti tari Kinang Kilaras dari Betawi, Lenso, Banjidor Kahot, Zapin Melayu serta Sinanggartulo. Anggota klub Tari KBRI Quito yang terdiri dari pemudi-pemudi Ekuador juga tampil menari sekaligus memberikan workshop tari Marpangir dari Tapanuli Selatan serta Tari Rejang Dewa dari Bali, yang mendapatkan sambutan meriah dari penonton yang hadir.

Selain itu juga dibuka stand pariwisata yang diisi oleh brosur-brosur dan informasi pariwisata lain yang disiapkan oleh KBRI Quito. Pada stand ini juga disiapkan informasi mengenai TEI dan INALAC 2019 yang dijadwalkan bulan Oktober mendatang. Kesempatan ini juga digunakan untuk menyebarkan kuisioner Citra terkait pemahaman mereka tentang Indonesia.

Stand kerajinan tangan dan produk batik dari DWP Persatuan KBRI Quito dan Owl Travel yang merupakan Friends of Indonesia yang memiliki travel agent serta menjual produk kerajinan tangan Indonesia seperti topeng dan wayang. Ikut terlibat empat orang pengusaha UKM dari Jakarta yang membawa berbagai jenis baju batik, perhiasan dan tas-tas hasil kerajinan tangan dari Indonesia.

DWP Persatuan KBRI Quito bersama dua orang WNI di Ekuador membuka stand makanan khas seperti nasi uduk, ayam goreng, rendang, mie goreng, telur balado, tahu isi, lontong, bala-bala, kerupuk bawang, cakue, pastel dan es cendol. Selama dua hari festival, stand ini menjadi favorit pengunjung  dengan harga makanan yang sangat terjangkau.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar