Yamaha

Kecewa Sikap Represif Polisi, AJI Layangkan Empat Tuntutan

  Jumat, 27 September 2019   Rizki Amana
Konferensi Pers AJI Indonesia/Ayojakarta.com

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyatakan kekecewaannya terhadap pihak kepolisian pasca ditangkapnya jurnalis senior Dandhy Laksono serta musisi Ananda Badudu. 

AJI mencatat, dalam sepekan terakhir 14 jurnalis menjadi korban kekerasan aparat dan kelompok massa serta korban penangkapan dan kriminalisasi. 

''Selain Dandhy dan Ananda yang menjadi korban penangkapan dan kriminalisasi, jurnalis korban kekerasan aparat antara lain tersebar di Jakarta, Makassar, Palu dan Jayapura,'' kata Sekjen Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Revolusi Riza dalam konferensi pers di Kantor AJI Indonesia, kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019).

Selain itu, Revo, sapaannya menilai langkah pihak kepolisian menjerat sebuah karya jurnalis dengan menggunakan Undang-Undang (UU) ITE masih perlu dipertanyakan kajiannya. 

AYO BACA : Mahasiswa Korban Demo Ricuh Berjatuhan, Stop Cara Represif!

Pasalnya, AJI bersama kelompok masyarakat lainnya turut menolak keberadaan UU ITE yang dianggap sebagai pasal karet. 

''Pasal karet UU ITE sering dipakai untuk membungkam aktivis, jurnalis, dan warganet yang mengekspresikan pendapatnya melalui media sosial,'' tegas Revo. 

Terkait hal itu, AJI Indonesia melayangkan empat tuntutan kepada pihak kepolisian. Pertama, Polda Metro Jaya mencabut status tersangka Dandhy Dwi Laksono dan membebaskannya dari segala tuntutan hukum. Kedua, Polda Metro Jaya menghentikan penangkapan sewenang-wenang seperti yang dilakukan terhadap Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu. 

Ketiga, Polda Metro Jaya segera meminta maaf dan merehabilitasi nama baik atas tuduhan kepada Dandhy Laksono dan Ananda Badudu. Terakhir, mendesak Presiden Joko Widodo melakukan reformasi di tubuh Polri atas serangkaian kasus kekerasan terhadap jurnalis di Papua dan saat unjuk rasa di berbagai kota, 23-24 September 2019 kemarin.

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar