Yamaha

Puluhan Pucuk Senjata Diserahkan Eks Kombatan Kepada Satgas TNI Konga

  Rabu, 02 Oktober 2019   Widya Victoria
Eks kombatan menyerahkan puluhan pucuk senjata kepada Satgas TNI Konga/Papen Satgas TNI Konga XXXIX-A/RDB, Kapten Laut (KH) Oni Susilo W

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Satgas Konga XXXIX-A Rapid Depolyable Battalion (RDB) Mission de lOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (Monusco) kembali menerima penyerahan AK 47, granat, amunisi, busur dan anak panah dari eks kombatan kelompok bersenjata Kabege di Kongo.

Totalnya ada 41 pucuk senjata terdiri dari 41 pucuk AK-47, satu pucuk mortir 60 LR, dua pucuk Machine Gun, dua pucuk RPG, dua pucuk senjata Arquebus, satu buah granat, ratusan butir munisi, ratusan busur dan ribuan anak panah.

Hal tersebut disampaikan Komandan Satgas (Dansatgas) TNI Konga XXXIX-A RDB Monusco Kolonel Inf Dwi Sasongko, di Markas Indo RDB, Kalemie, Provinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo, baru-baru ini.

“Pendekatan, komunikasi dan kemampuan bersinergi dengan warga masyarakat dan aparat pemerintah setempat yang dilaksanakan oleh Satgas telah membuahkan hasil ditunjukkan dengan banyaknya warga eks kombatan dari berbagai kelompok bersenjata (may-may) yang secara sukarela menyerahkan peralatan perang berupa senjata, busur, panah dan senjata tajam lainnya,” jelasnya.

AYO BACA : 200 Prajurit TNI Bersiap Misi PBB di Afrika, Inilah Pesan Panglima TNI

Dansatgas TNI Konga XXXIX-A menyatakan, puluhan pucuk senjata tersebut selanjutnya akan diproses dan ditindaklanjuti oleh Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDR-RR) Monusco.

Ia merinci saat ini terdata sebanyak 1.127 pria dan 316 wanita eks kombatan telah menyerahkan diri dan menginginkan hidup damai, berdampingan seperti warga masyarakat lainnya.

Lebih lanjut Kolonel Inf Dwi Sasongko menjelaskan bahwa Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB Monusco merupakan satgas batalyon gerak cepat pertama yang berasal dari Indonesia di bawah bendera PBB, dengan kekuatan satu batalyon sebanyak 850 personel terbaik dan terpilih termasuk 23 prajurit wanita TNI terdiri dari gabungan AD, AL dan AU untuk melaksanakan misi perdamaian di Republik Demokratik Kongo.

Dalam melaksanakan tugas dengan menganut sistem terbaru yaitu United Nations Peacekeeping Capability Readiness System (UNPCRS).

“Sesuai dengan mandat PBB yang diberikan yaitu protection of civilian, pendekatan Civil and Military Coordination (Cimic) merupakan ujung tombak yang ampuh dalam rangka menggalang dan melaksanakan pendekatan kepada warga masyarakat,” ujarnya.

AYO BACA : Anggota TNI Berbagi Ilmu di Sekolah Perbatasan

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar