Yamaha

Perjalanan Panjang di Balik Pendakian: 1.819,3 Kilometer Menelusuri Pulau Jawa (2)

  Jumat, 04 Oktober 2019   Editor
Yanni/Dok pribadi

Tidak lama keluarlah itu makanan... loh koq banyak banget, siapa nanti yang menghabiskan? Aaah ternyata bener-bener deh dikira saya touring rombongan. Aduuuh maafkan... saya sendirian bu
Makinlah heboh obrolan kami, karena tahu motor saya plat L (Surabaya).

Langsung si ibu cerita, bahwa suaminya juga suka nge-trail. Tapi motornya mau dijual, saya di ajak melihat motornya..ternyata tidak ada, berarti bapak pergi.

Ya sudahlah... saya pamit dulu ya bu, mau lanjut ke Bandung, yang ternyata masih 3,5 jam lagi. Saya lihat jam sudah hampir pukul 15.30. Saya harus cepat agar tidak kemalaman.

Baru saya melangkah menuju motor...eeeh si Bapak datang, mau tidak mau duduk lagi deh. Biasa obrolan tentang motor makin seru, ya saya nikmati saja hingga selesai.

Tepat pukul 16.00 akhirnya saya bisa lanjutkan perjalanan. Sepanjang perjalanan cenderung macet, apalagi saya lewat Garut, jalan berkelok-kelok menanjak, semua mobil tidak ada yg bisa nyalip (mendahului), selain karena garis marka, juga macetnya luar biasa. Beruntung naik motor, jadi masih bisa nyelip kanan kiri. Banyak keindahan sebetulnya, karena macet dan sempit maka tidak bisa berhenti untuk ambil foto.

Naaaah tuuh...ada Jembatan yang apik, serasa di negeri mana gitu, pas sedikit kosong. Saya pinggirkan motor dan dapatlah saya satu potret. Ya tentunya bagus dari sudut pandang saya. Ternyata daerah ini namanya Nagrek.

Setelah dapat foto, lanjut lagi...
Aiiih ada model terowongan, di atasnya tertata rapi seperti kayu, sedikit berkelok...dududu ini benar-benar cantik. Celakanya saya tidak bisa berhenti, karena ini sangat membahayakan. Pikiran pun melayang membayangkan, andaikan yang saya bonceng bukan carrier, pasti bisa motretin untuk saya. 

Sungguh sayang, keindahan terowongan itu hanya bisa saya simpan dalam otak saja. Namun Itu lebih baik, daripada memaksakan keinginan, tapi membahayakan nyawa sendiri maupun orang lain.

Lanjut, sampailah di rumah seorang kawan. Memang saya sengaja berangkat dengan tanggal lebih awal,  untuk jumpa teman-teman perempuan pendaki yg berada di Bandung, biar sekali jalan.

2 September 2019

AYO BACA : Perjalanan Panjang di Balik Pendakian: 1.819,3 kilometer Menelusuri Pulau Jawa (1)

Baru saya ambil carrier yang saya titipkan, malamnya kami kumpul makan bersama Ismet dan putrinya, teh Dewi, dan sebagai kejutan adalah bergabungnya mbak Beeby dan suaminya.

Rencana sesungguhnya adalah mengunjungi Gunung Pangranggo Dan Gunung Gede lintas dari Cibodas turun Gunung Putri tanggal 3-5 September 2019.

Tanggal 6 September 2019 istirahat, hanya ngobrol dan membersihkan tenda serta peralatan-peralatan pendakian yang terpakai kemarin. Sembari menunggu agenda esok hari.

7 September 2019
Saya sudah mendaftar ikut open trip sejak pertengahan Agustus, jauh hari sebelum start touring. Trip ini diadakan oleh Geotrek Matabumi, untuk mengunjungi Danau Purba Sanghyang Heuluet Dan Sanghyang Kenit.

Selesailah sudah semua acara kunjungan di Kota Bandung, yang macetnya minta ampun, ditambah banyaknya perbaikan jalan. Komplit lah.

8 September 2019
Bandung-Bogor-Jakarta

Pagi hari, saya tinggalkan Kota Bandung menuju Bogor, sekalian singgah di rumah keponakan.

Tapi tujuan utama yg lain adalah ke Jakarta, sebagai akhir tujuan.

Pokoknya saya manut apa yang dikatakan Google, belok kiri...lurus sejauh 7 km...500 m belok kanan dan seterusnya. Ngikut aja deh...dan saat beli bensin, saya iseng tanya karena mulai curiga kok jalannya makin nanjak...apa ini jalan ke Puncak? jawab petugas "iya benar bu".

(Bersambung)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar