Yamaha

Komunitas Wild Rabbits dan Cita-citanya Menyatukan Nusantara Dengan E-Bike

  Selasa, 08 Oktober 2019   Aprilia Rahapit
Para anggota komunitas Wild Rabbits berpose di depan markas mereka, Jalan Duri Selatan 3 Gang II 7F, RT2 RW2 Kelurahan Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat. Ketiga dari kanan adalah Tjahyadi Kartono yang menggagas berdirinya komunitas ini/Ayojakarta.com

JAKARTA BARAT, AYOJAKARTA.COM -- Menyatukan Nusantara dengan sepeda listrik (Eletric Bike/E-Bike) adalah cita-cita besar komunitas Wild Rabbits. Inilah komunitas pencinta sepeda listrik yang boleh jadi terbesar di Indonesia. 

Lewat kekompakan dan kekeluargaan yang terjalin di antara para anggotanya, target besar itu sedikit demi sedikit diyakini menemukan jalannya. Selasa (8/10/2019) siang, Ayojakarta disambut hangat oleh Wakil Ketua Wild Rabbits, Dipo Kartono (39), dan sejumlah anggotanya di sekretariat Wild Rabbits atau yang mereka juluki "Mako". Persisnya Mako ini berada di Jalan Duri Selatan 3 Gang II 7F, RT2 RW2 Kelurahan Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat.

Siapapun yang tiba di Mako Wild Rabbits, matanya pasti terpancing untuk melihat puluhan sepeda listrik berjajar sangat rapi. Sekilas mirip sepeda biasa. Perbedaan paling mencolok adalah keberadaan baterai di tengah-tengah batang sepeda.

Di samping Dipo, ada sejumlah anggota Wild Rabbits lainnya yang hadir di Mako. Satu di antaranya adalah Lurah Duri Selatan, Muhammad Ghufri, yang baru sebulan bergabung di komunitas ini.

Pertemuan lebih hangat lagi berkat kehadiran tokoh penggagas Wild Rabbits, Tjahyadi Kartono. Dalam kepengurusan komunitas, Tjahyadi menjabat bendahara. 

Kesan pertama ketika berada di tengah-tengah anggota komunitas ini adalah suasana yang begitu cair, seolah tiada sekat. Sesekali tawa mereka keras membahana bila mengenang pengalaman masing-masing ketika pertama kali bergabung dengan Wild Rabbits.

Seperti disebut tadi, berdirinya komunitas ini tidak lepas dari peran Tjahyadi Kartono (48). Awalnya hobi bersepeda gowes. Lama-lama dia lebih nyaman menggunakan E-Bike sebab bisa mengolah raga tanpa menguras energi terlalu besar.

"Yang pasti kita semua pakai E-Bike. Segala macem E-Bike ada di sini. Lebih fun, dan enggak terlalu capek. Jauhnya dapat, cepatnya dapat, funnya dapat, bersepedanya dapat, berkeringatnya juga dapat," kata Tjahyadi kepada Ayojakarta.

Sejauh ini Wild Rabbits memiliki kurang lebih 450 anggota dengan ragam latar belakang profesi dan usia. Tidak cuma di Jakarta, tapi juga dari Lampung, Yogyakarta, Bogor dan Bandung.

"Sudah kayak keluarga semua. Dokter ada, mekanik ada, pokoknya sudah komplit, sama Pak Lurah. Sudah kayak keluarga sendiri. Bu guru ada, kokinya juga ada," tutur Tjahyadi bangga.

Anggota Will Rabbits lainnya, Bramantio (32) dan Hamidah (61), punya alasan kurang lebih sama dengan Tjahyadi soal alasan memilih E-Bike. 

"Ya, saya pertama kali melihat Wild Rabbits, wah ini gowes apaan nih pakai mesin. Pasti capek nih, begitu saya coba ternyata ada gowesnya juga tapi enggak 100 persen kayak motor. Ternyata keringatan juga," ungkap Bramantio.

Sedangkan Hamidah awalnya memandang E-Bike bukanlah sepeda "sejati" karena kurang menguras tenaga pengendaranya. Setelah bergabung dengan komunitas Wild Rabbits, ia malah cepat jatuh hati. 

"Saya tadinya anggap sepeda ini pakai mesin, enggak sehat. Tadinya begitu," ungkap wanita berprofesi guru ini. 

Bahkan Hamidah memberanikan diri mengikuti perjalanan ke Anyer Banten bersama para anggota Wild Rabbits yang usianya kebanyakan lebih muda.

"Pas cobain, eh kok enak juga ya. Benar apa kata Pak Bos (Tjahyadi). Kita umur sudah tua ya buat apa? Kan kita cari sehat bukan cari penyakit. Jadi tertarik ikut sampai sekarang, Alhamdulillah," sambungnya.

Kebersamaan para anggota Wild Rabbits selama dua tahun lebih telah menempuh berbagai pengalaman seru. Perjalanan jarak jauh, pulau ke pulau, diundang ke acara pemerintahan, hingga aksi sosial juga pernah dilakoni.

"Wild Rabbits dihargai sebagai pelopor E-Bike Indonesia oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dalam acara Indonesia Eletric Motor Show (IEMS) di Serpong. Ada santunan juga untuk yatim piatu, ngumpulin teman-teman dari Lampung, Bandung, Bogor, pokoknya muter gitu," ucap Dipo menambahkan.

Pada Minggu (13/10/2019), Wild Rabbits akan berpartisipasi dalam acara Launching Star Go-West Community di Kantor Walikota Jakarta Barat, yang akan dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. 

Dipo berharap Wild Rabbits terus berkembang, bisa memasyarakatkan E-Bike ke semua lapisan sosial dan menyatukan seluruh anggotanya dari Sabang sampai Merauke. Tentu ada juga visi lingkungan yang dimiliki komunitas ini. Mereka secara konkret terlibat dalam upaya mengurangi tingkat kemacetan dan polusi udara perkotaan seperti Jakarta. 

"Kalau visi misinya sih menyatukan nusantara dengan sepeda, E-Bike. Lagipula zaman ini zaman teknologi, apa-apa mesti cepat. Kalau enggak mau cepat pasti ketinggalan. Kami ingin menyatukan nusantara dengan sepeda E-Bike," ucap Dipo penuh optimisme.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar