Yamaha

Sudah Krisis Lahan, TPU Pondok Ranggon Akan Berlakukan Tumpang Jasad

  Kamis, 17 Oktober 2019   Aldi Gultom
TPU Pondok Ranggon/Tribun Jakarta

JAKARTA TIMUR, AYOJAKARTA.COM -- Pengelola Tempat Pemakaman Umum Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, berencana memberlakukan tumpang jasad dalam satu liang lahat. Habisnya masa tampung TPU Pondok Ranggon diprediksi jatuh pada Januari-Februari 2020.
 
"Kondisi lahan untuk pemakaman baru sudah krisis. Untuk pemakaman baru agar ditumpang dengan jasad keluarga sebelumnya," kata Kepala Satuan Pelaksana Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Marton Sinaga, Kamis (17/10/2019).
 
Menurut dia, krisis lahan telah berlangsung sejak setahun terakhir. Sebab, pekuburan seluas 70 hektare itu telah dipenuhi sekitar 68 ribu jasad sejak beroperasi pada 1985.
 
Ketentuan tumpang jasad berlaku bagi kavling muslim, nonmuslim serta jenazah tanpa identitas di TPU Pondok Ranggon.
 
Marton mengatakan, aturan tumpang jasad diberlakukan maksimal dua hingga tiga jasad pada dimensi makam 1x2,5 meter persegi dengan kedalaman 1,5 meter.

Saat ini masih tersisa sekitar 1 hektare lahan TPU Pondok Ranggon dengan perkiraan kapasitas tampung kurang dari 2.500 jasad.
 
"Sehari rata-rata sepuluh sampai 20 jasad dimakamkan di sini. Kalau perhitungan kami, paling lambat Januari atau Februari 2020 TPU ini overload," katanya.
 
Upaya memperpanjang masa pakai TPU Pondok Ranggon terus diintensifkan melalui penataan kawasan. Salah satunya dengan membongkar 50 ribu kursi cor yang selama ini difungsikan sebagai tempat duduk peziarah. Upaya tersebut dilakukan sejak 2017 agar lahan bisa dipakai untuk memakamkan jasad baru.
 
Selain itu, sejumlah pohon berukuran besar di sekitar makam juga ditebang untuk menambah volume lahan pemakaman.
 
"Sampai sekarang sudah lima kaveling lahan taman yang terpaksa kita gunakan jadi liang lahat," jelasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar