Bentara Rainforest Festival 2019, Membangun Kesadaran Kritis di Kampung-kampung

  Senin, 21 Oktober 2019   Editor
Kemah Hutan Papua atau Bentara Rainforest Festival (BRF) 2019/Bentara Papua

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Perkumpulan Bentang Nusantara (Bentara) Papua akan menggelar Kemah Hutan Papua atau Bentara Rainforest Festival (BRF) 2019 yang dipusatkan di Kampung Solol, Distrik Salawati Barat, Kabupaten Raja Ampat, 21-29 Oktober 2019 mendatang.

Kegiatan yang mengusung tema ''Hutan Nafas Hidup Kami''  merupakan suatu inisiatif Perkumpulan Bentara Papua dalam membangun kesadaran kritis di kampung-kampung yang didampingi Bentara dalam hal pengelolaan sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan. 

Koordinator kegiatan Bentara Rainforest Festival, Yunes mengatakan tujuan digelarnya kegiatan tersebut dibagi ke dalam dua bagian. Pertama, tujuan umum, yakni untuk mendukung komitmen pemerintah dan masyarakat dalam melakukan pengelolaan hutan berkelanjutan dan melakukan kampanye penyelamatan hutan berdasarkan karakteristik dan kearifan lokal masyarakat adat di tanah Papua.

''Sedangkan tujuan khususnya untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap manfaat pengelolaan hutan berkelanjutan di Tanah Papua. Mempromosikan nilai-nilai budaya masyarakat adat terkait pengelolaan hutan yang bijaksana. Membuka pandangan pemuda milenial tentang manfaat pengelolaan lahan sebagai alternatifsumber penghidupan. Membangun komunitas muda pemerhati/penjaga hutan dan Menyebarkan informasi positif, dan mensosialisasikan kepada publik melalui audiovisual (kampanye media)," ujar Yunes, dalam keterangan tertulis, Senin (21/10/2019).

Sebanyak 60 peserta akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut, terdiri dari pemuda dan pemudi dari sekitar Salawati Barat dan Batanta (Kabupaten Raja Ampat), Manokwari, Pegunungan Arfak, Sorong, dan Sorong Selatan, juga pemerhati lingkungan yang pernah bekerja di Papua Barat dan wartawan nasional maupun lokal yang peduli pada tema lingkungan.

''Bentuk kegiatan dan materi kemah hutan ini antara lain diskusi tentang peran generasi millenial dalam perlindungan hutan, lalu berbagi pengalaman tentang pendokumentasian dan pemetaan potensi hutan," kata Yunes. 

Selain itu, ada sesi diskusi masalah sosial budaya di Tanah Papua tentang sistem mata pencaharian hidup dari bertani, berburu, meramu, menangkap ikan, jasa, serta penjualan tanah dan hutan.

''Ada sesi berbagi pengalaman tentang pengolahan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan Pameran produk (HHBK) yang diinisiasi oleh pemuda dan kelompok perempuan, serta materi terkait Kampanye pengelolaan hutan berbasis nilai-nilai kearifan lokal secara lestari dan berkelanjutan," tutur Yunes.

Sekadar diketahui, BENTARA Papua adalah Organisasi Non Pemerintah yang bergerak dalam isu pemuda dan perempuan adat, ketahanan pangan dan kewirausahaan komoditi lokal, serta konservasi sumber daya alam. Salah satu upaya yang dilakukan untuk melibatkan pemuda dalam pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan adalah melaksanakan kegiatan Kemah Hutan Papua. Kemah ini melibatkan pemuda dari berbagai daerah di Papua Barat dan telah dilaksanakan secara rutin setiap tahun sejak tahun 2014, yang selalu mengusung berbagai tema tentang perlindungan hutan dengan taglinenya #beradat #jagahutanpapua #jagaalampapua.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar