Yamaha

Tekan Angka Kecelakaan, Ditjen Perkeretaapian Gencar Sosialisasi ke Pelajar

  Rabu, 23 Oktober 2019   Editor
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kereta api/Antara

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan terus berupaya menekan angka kecelakaan lalu lintas dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat khususnya pelajar.

''Kami mengajak siswa-siswi agar patuh dan taat mengikuti aturan berlaku dalam berlalu lintas mengingat masih banyak terjadi kecelakaan,'' kata Direktur Keselamatan Perkeretaapian Zamrides saat Sosialisasi dan Promosi Keselamatan Terhadap Masyarakat dan Instansi Terkait di Solo, Rabu (23/10/2019).

Berdasarkan catatan, tidak jarang kecelakaan lalu lintas terjadi di perlintasan sebidang karena lokasi tersebut merupakan titik kemacetan. Zamrides mengatakan, kondisi tersebut tidak lepas dari giatnya pemerintah melakukan pembangunan jalur kereta api. 

''Sekarang Jakarta-Surabaya sudah jalur ganda baik jalur utara maupun selatan. Oleh karena itu, kapasitas KA naik,'' katanya.

Dari catatan Ditjen Perkeretaapian, rata-rata angka kecelakaan yang melibatkan kereta api sebanyak 276 per tahun atau 23 kasus per bulan.

Zamrides mengatakan, data tahun 2014 hingga 2018, angka kecelakaan yang terjadi di perlintasan dijaga sebanyak 205 kecelakaan, sedangkan yang terjadi di perlintasan tidak dijaga sebanyak 1.174.

''Dari total angka kecelakaan tersebut, korban meninggal sebanyak 257 orang,'' ujarnya.

Untuk meminimalisasi angka tersebut, pihaknya aktif memberikan pemahaman dan pengertian kepada pelajar yang ke depan diharapkan bisa menjadi pelopor dan duta keselamatan perkeretaapian.

''Korban bisa siapapun tetapi lebih banyak yang menggunakan kendaraan roda empat. Beri pengertian agar mereka mau memahami aturan dana lalu lintas,'' imbuh Zamrides. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar