Yamaha

Komplotan Pengedar Cairan Vape Mengandung Narkoba Diringkus Polisi

  Senin, 28 Oktober 2019   Editor
Ilustrasi vape/Nytimes.com

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar komplotan produsen dan pengedar cairan vape (liquid vape) yang dicampur dengan narkoba jenis tembakau gorila.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, mengatakan pengungkapan liquid vape mengandung narkoba ini adalah pengembangan dari kasus serupa yang sempat melibatkan artis Vicky Nitinegoro.

Dalam kasus tersebut, Vicky dibebaskan karena terbukti tidak mengonsumsi narkoba. Namun seorang rekan Vicky yang berinisial A harus berurusan dengan polisi lantaran terbukti menguasai dan mengonsumsi liquid vape yang mengandung tembakau gorila.

''Berawal dari informasi masyarakat dan perkembangan tersangka yang sudah kita tangkap. Kita dapat informasi di daerah Jagakarsa sering terjadi penyalahgunaan narkotika,'' ujar Argo, Senin (28/10/2019). 

Atas informasi tersebut, kata Argo, Tim V Subdit 1 Ditresnarkoba akhirnya mengamankan seorang pria berinisial M pada 17 Oktober 2019 lalu.

''Jadi tersangka M ini kita dapatkan ponsel yang menyebutkan adanya transaksi. Transaksi akan adanya penjualan maupun pembelian vape tersebut yang mengandung tembakau gorila,'' kata Argo.

AYO BACA : Vape Bisa Disalahgunakan untuk Narkoba

Setelah penangkapan M, didapat beberapa alat bukti yang mengarah ke tersangka FF yang ditangkap saat menuju salah satu jasa pengiriman di Ciputat. Dalam penangkapan tersebut diamankan enam botol liquid vape mengandung narkoba. Polisi kemudian menggeledah apartemen FF di Cinere dan menemukan 253 botol liquid vape yang mengandung tembakau gorila.

Penangkapan FF kemudian mengarah ke tersangka keempat yang berinisial PN.

'''Setelah kita kembangkan lagi, kita tangkap tersangka PN, dia adalah dalangnya, artinya sebagai otaknya yang membuat bahan itu sekaligus sebagai pengedarnya, penjualnya, dia yang atur dijual kemana,''' ungkap Argo.

Penyidik Polda Metro Jaya juga mengirimkan sebagian liquid vape tersebut Laboratorium Forensik Polri untuk diperiksa.

''Dari Labfor juga sudah ada hasilnya yang menyatakan ini dilarang sesuai dengan Permenkes RI tahun 2017,'' pungkas Argo.

Atas perbuatannya keempat tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

AYO BACA : Waspadai Rokok Elektrik Bagi Kesuburan Wanita

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar