Yamaha

Belum Dua Tahun Berdiri, Komunitas Perempuan Menari Terus Berkembang

  Jumat, 01 November 2019   Dhika Alam Noor
Sebagian anggota Komunitas Perempuan Menari

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Meski mayoritas anggota komunitas Perempuan Menari adalah kaum ibu, namun semangat mereka untuk melestarikan dan mengembangkan tari-tarian tradisional tidak pernah surut dan patut diteladani. 

Komunitas ini digagas Pritha Nandini bersama enam sahabatnya yang berbeda-beda latar belakang. Kepada Ayojakarta, Pritha Nandini mengatakan, ide besar berdirinya komunitas ini adalah untuk melesarikan keanekaragaman kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Karena itulah komunitas Perempuan Menari sangat getol mengajak anak-anak muda untuk belajar tarian nusantara.

"Kalau tidak (dijaga), terus bagaimana? Nanti semua (budaya lokal) hilang oleh budaya global. Mungkin anak-anak muda sekarang suka balet ya. Balet bagus, tapi ada budaya kita yang mesti dilestarikan juga dong," kata Pritha, Jumat (1/11/2019).

Pritha akui dirinya sudah menari sejak kanak-kanak. Ia pernah mengikuti kursus menari di sebuah sanggar di kawasan Jakarta tapi aktivitasnya menari sempat vakum. Pada Oktober 2017, Pritha bertemu dengan teman-temannya sesama pencinta tarian tradisional. Di awal 2018, mereka resmi mendirikan komunitas Perempuan Menari.

AYO BACA : Komunitas Perempuan Menari Akan Meriahkan Holland Alumni Reception Jakarta

"Perkembangannya tidak diduga sekali. Awalnya hanya ingin menari, saat ini anggota aktifnya ada 92 orang. Belum dua tahun tapi sudah ada yang minta gabung dari Pontianak dan Bali," ceritanya. 

Anggota komunitas Perempuan Menari juga amat beragam latar profesi. Mulai dari pengusaha, guru, hingga ibu rumah tangga. Tak semua dari mereka adalah penari profesional. Bahkan di antara pendiri komunitas ini ada yang tidak pernah menari sebelumnya.

"Pendiri yang lain, sebelumnya tidak pernah nari. Dia pelari, tiap pagi selalu diajak lari. Akhirnya saya bilang daripada lari mending nari," ungkap Pritha. 

Usia para anggota juga tidak tentu. Ada yang masih remaja, banyak juga yang telah dewasa. Pritha menegaskan bahwa setiap tarian bisa dibawakan semua umur. 

"Ada yang sudah berusia 62 tahun, paling muda 13 tahun. Semua tarian itu bisa ditarikan oleh semua umur," tutur Pritha.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar