Yamaha

Peserta Jakarta Mystical Tour Didatangi Arwah Bungker Museum Fatahillah

  Sabtu, 02 November 2019   Hendy Dinata
Alin (25) peserta Jakarta Mystical Tour 2019 mendapat perawatan usai mengalami kejadian mistis di bunker Museum Fatahillah, Jakarta Barat, Jumat (1/11/2019) malam/Ayojakarta.com-Hendy Dinata.

JAKARTA BARAT, AYOJAKARTA.COM -- Kejadian supernatural dialami peserta Jakarta Mystical Tour (JMT) 2019 saat rombongan mengunjungi bungker Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta di kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat (1/11/2019) malam.

Peserta bernama Alin (25) mengaku mendengar jeritan dan tangisan saat berada di dalam bungker museum Fatahillah.  

Tiba-tiba Alin merasa amat lemah dan sesaat tidak sadarkan diri. Alin juga tampak menitikkan air mata seolah dirasuki sesuatu.

Pendamping peserta JMT 2019, Adriana Eko Susanti, dengan sigap mengambil tindakan atas apa yang menimpa Alin.

Tidak lama Alin berhasil dibuat sadarkan diri.

"Tadi Alin sempat mengalami kejadian mistis, dan ini menjadi pelajaran untuk kita semua," kata Adriana.

Setelah bisa diajak bicara, Alin mengaku didatangi sosok seorang wanita yang meminta pertolongan kepadanya.

AYO BACA : Malam Ini, 48 Peserta Jakarta Mystical Tour Alami Sendiri 10 Tempat Angker

"Saya dengar jeritan dan tangisan. Ada yang coba berkomunikasi dengan saya, wanita, dia minta tolong ke saya," ujar Alin kepada Ayojakarta.

Alin menjelaskan sosok wanita tersebut tampak seperti orang asing atau bule. Bahkan Alin merasa coba dirasuki oleh makhluk gaib itu.

"Iya, dia coba masuk ke saya, bilang ‘tolong, tolong," ungkap Alin setelah siuman.

Bangunan Museum Sejarah Jakarta dahulu merupakan Balai Kota Batavia yang dibangun Belanda pada sekitar 1707-1712 atas perintah Gubernur-Jendral Joan van Hoorn.

Bangunan ini menyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.

Pada masa kemerdekaan bangunan ini dijadikan Museum Djakarta Lama di bawah naungan LKI (Lembaga Kebudayaan Indonesia) dan selanjutnya pada tahun 1968 diserahkan ke Pemda DKI Jakarta.

Pada tanggal 30 Maret 1974, bangunan ini kemudian diresmikan Gubernur DKI Jakarta pada saat itu, Ali Sadikin, dengan nama Museum Fatahillah.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar