Yamaha

Dua Pejabat Pemprov DKI Mundur, William: Anies Seharusnya Pasang Badan

  Sabtu, 02 November 2019   Aprilia Rahapit
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, William Sarana Aditya/Gatra

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA -- Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Wiliam Aditya Sarana, menyesalkan pengunduran diri dua petinggi Pemprov DKI Jakarta setelah ia mempermasalahkan sejumlah kejanggalan KUA-PPAS RAPBD 2020.

Ia tetap mempermasalahkan kepemimpinan  Gubernur DKI, Anies Baswedan, yang disebutnya biang persoalan rancangan anggaran tersebut.

Wiliam menyampaikan, maksud dirinya membuka rencana anggaran yang janggal di website apbd.jakarta.go.id kepada publik bukan untuk menyalahkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Jakarta alias anak buah Anies.

"Karena mereka (PNS) sudah terbiasa dikritisi, dikuliti. Yang enggak transparan ini kan sebenarnya Pak Anies Baswedan," ungkap Wiliam saat dikonfirmasi wartawan pada, Jumat (1/11/2019) malam.

AYO BACA : Kadisparbud DKI Edy Junaedi Mengundurkan Diri untuk Jadi Staf di Taman Mini

"Maksudnya kontrol kebijakan ada di Gubernur. Jadi saya sama sekali tidak salahkan Kadisparbud dan Kepala Bappeda, karena semua tanggung jawab ada di gubernur," sambungnya.

Wiliam bahkan menyebut kepemimpinan Anies kerap melemparkan tanggung jawab kesalahan kepada bawahan. Menurut dia, kebiasaan itu harus diubah.

"Terlihat ya dari cara Pak Gubernur selalu salahkan sesuatu di luar dirinya seperti sistem, selalu salahkan anak buah, salahkan gubernur sebelumnya. Menurut saya, seharusnya kejadian ini jadi momentum untuk dia evaluasi gaya kepemimpinan ini,” saran William.

Artinya, lanjut William, jika terdapat permasalahan atau polemik dalam kebijakan Pemprov DKI Jakarta, Gubernur Anies langsung “ "pasang badan” melindungi anak buahnya.

"Itu yang ksatria menurut saya,” pungkas politikus berusia 23 tahun ini.

AYO BACA : Pasca Lem Aibon Rp 82,8 Miliar, Kepala Bappeda DKI Juga Lepas Jabatan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar