Yamaha

Enam Kelurahan di Jakbar Masuk Zona Merah Peredaran Narkoba

  Senin, 04 November 2019   Editor
Ilustrasi narkoba/Jawapos

JAKARTA BARAT, AYOJAKARTA.COM -- Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 117 lokasi rawan peredaran narkoba di 81 kelurahan di ibu kota.

Sebanyak 17 lokasi berada di wilayah Jakarta Barat.

Kepala BNN DKI Brigjen Tagam Sinaga menjelaskan, DKI Jakarta menjadi salah satu wilayah favorit peredaran narkoba lantaran memiliki sisi geografis yang terbuka. Banyak pintu masuk baik melalui laut, darat, dan udara.

''Wilayah DKI Jakarta menjadi sasaran empuk peredaran narkoba lantaran memiliki jumlah penduduk yang banyak. Ini menjadi pasar potensial peredaran gelap narkotika. Peredaran barang haram ini tidak menyasar orang dewasa melainkan juga anak-anak,'' jelasnya saat audensi di Kantor Wali Kota Jakbar, Senin (4/11/2019).

Berdasarkan data BNN, 117 lokasi rawan peredaran narkoba terdapat di 81 wilayah kelurahan di Jakarta. Dari jumlah tersebut, 17 lokasi rawan peredaran narkoba berada di Jakbar.

''Tujuh belas lokasi rawan peredaran narkoba ada di 12 wilayah kelurahan. Enam wilayah kelurahan masuk zona merah dan enam wilayah kelurahan masuk zona kuning,'' papar Tagam.

Enam kelurahan yang masuk zona merah atau bahaya peredaran narkoba adalah Kelurahan Cengkareng Timur, Cengkareng Barat, Kapuk, Kota Bambu Selatan, Kota Bambu Utara dan Palmerah.

Dalam pertemuan itu, BNN DKI Jakarta memiliki program dalam upaya menanggulangi peredaran gelap narkotika. Salah satu program diantaranya, pembentukan BNNK Jakbar. 

''Setelah BNNK Jakbar terbentuk kami memiliki program sosialisasi bersih dari narkoba,'' ujar Tagam.

Sebagai terobosan awal dibuat pilot project kawasan bebas narkoba pada lingkungan RT dan RW. 

''Kami minta nanti ada proyek percontohan lingkungan RT dan RW  di Jakarta Barat bebas narkoba. Kemudian pembentukan tim satgas di lingkungan sekolah, instansi pemerintah dan swasta,'' tambah Tagam.

Asisten Pemkot Jakbar Yunus Burhan menyatakan segera menindaklanjuti dan melaporkan hasil pertemuan kepada wali kota. 

''Pembentukan BNNK Kota Jakarta Barat nantinya akan melibatkan sejumlah instansi,'' katanya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar