Yamaha

Saling Berbagi dalam Tradisi Megibung

  Senin, 04 November 2019   Wahyu Sabda Kuncahyo
Delegasi jurnalis Korea, PWI Pusat dan PWI Bali makan bersama dalam tradisi Megibung/PWI

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Bila di Sumatera Barat ada tradisi Makan Bajamba yaitu duduk lesehan bersama dalam satu ruangan maka di Bali pun seperti di Desa Sala Abuan, Bangli ada tradisi serupa yang bernama Megibung.

''Megibung adalah acara makan bersama sembari duduk lesehan untuk mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan,'' jelas Bendesa Adat Desa Sala Abuan I Ketut Kayana ketika menjamu makan delegasi jurnalis Korea dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat serta PWI Bali pada Minggu, (3/11/2019).

Kegiatan makan bersama itu, kata Ketut Kayana, dijalankan oleh masyarakat dengan saling berbagi tanpa memandang latar belakang. Megibung biasanya diselenggarakan saat ada upacara adat dan keagamaan di pulau Bali. 

''Saat acara Megibung berlangsung orang-orang duduk dan makan bersama, saling berbagi satu dengan lainnya sembari berdiskusi dan menjalin tali persaudaraan,'' ujarnya.

Megibung berasal dari kata gibung yang mendapat awalan me. Gibung berarti kegiatan yang dilakukan oleh banyak orang secara bersama-sama. 

Turut hadir dalam acara Megibung tersebut antara lain tokoh desa adat yang biasa disebut Penglingsir, Guru Labda atau tokoh spiritual, Pemangku atau Pinandita, Prajuru atau pengurus Desa Adat Sala. Kemudian Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi didampingi Direktur CAJ PWI Bob Iskandar dan Dar Edi Yoga, serta para pengurus PWI Bali. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar