Sekolah Logika, Melatih Daya Pikir Kritis dan Mengidentifikasi Hoaks

  Rabu, 06 November 2019   Dhika Alam Noor
Pendiri Sekolah Logika, Muhammad Musfi Romdoni/Dok Sekolah Logika

DEPOK, AYOJAKARTA.COM -- Dalam proses pembelajaran, peserta didik harus secara aktif mengembangkan potensinya. 

Inilah yang dilakukan dalam metode pengajaran "sekolah logika", yang berisi pelatihan menggunakan logika. Ini dapat membantu murid untuk menentukan penalaran (argumentasi) valid atau tidak. 

Sekolah Logika didirikan oleh Muhammad Musfi Romdoni, lulusan jurusan filsafat Universitas Indonesia dan seorang temannya, Mu’addibi Ashfiya. Sekolah ini pertama kali dipraktikkan pada 17 Januari 2019 di Universitas Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.

Terdapat empat Sekolah Logika yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sekolah Logika juga pernah diselenggarakan di Depok, Jawa Barat. 

Kini para peserta didik bakal lebih mudah mendapatkan soal dan materi Sekolah Logika melalui aplikasi playstore. 

AYO BACA : Mahasiswa Binus Jakarta Ciptakan Perpustakaan Digital Tanpa Internet untuk Masyarakat Pedesaan

"Nama aplikasinya Sekolah Logika.  Minggu depan rencananya sudah diupload. Aplikasinya berisi materi sama soal, ini untuk memberi kemudahan pembelajaran," ujar Muhammad Musfi Romdoni kepada Ayojakarta melalui telepon, Rabu (6/11/2019).

Tujuan lainnya adalah melatih daya kritis dalam berpikir serta menumbuhkan analisa berpikir untuk membedakan informasi hoaks dengan informasi yang benar. Cara pembelajarannya lebih banyak berbentuk tanya jawab dan Focus Group Discussion (FGD).

"Itu tujuannya untuk melihat koherensi pernyataan dalam berita sebagai filter informasi. Seperti kuliah umum, tapi sesi tanya jawabnya intens," jelas Musfi. 

Menurutnya, metode ini sebenarnya bisa dijadikan solusi menangani hoaks oleh pemerintah. Terbukti, Sekolah Logika mendapat respons cukup baik dari siswa tingkat menengah di Lombok. Seiring waktu, peminat sekolah ini terus meningkat. 

"Kemarin di Lombok sudah diuji di siswa SMA, ternyata bagus responsnya, cukup antusias. Terhitung sudah hampir 100 peserta. Saat ini juga sedang menyusun buku terkait materi yang diajarkan," tuturnya.

AYO BACA : Inilah Aplikasi Titip Motor Alias Timo Buatan Mahasiswa UI

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar