Yamaha

Koalisi Pejalan Kaki Beraksi di Tengah Parkir Liar Trotoar Cikini

  Rabu, 06 November 2019   Aprilia Rahapit
Koordinator Koalisi Pejalan Kaki Sandy Apriliansyah/Ayojakarta-Aprilia Rahapit

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Revitalisasi trotoar di Jalan Cikini, Jakarta Pusat tengah berjalan. Lebar trotoar ditambah menjadi 4-6 meter. 

Meski dalam proses pengerjaan, ternyata kondisi baru trotoar Cikini sudah disalahfungsikan untuk parkir liar kendaraan, khususnya roda dua. Bahkan ada pengendara motor yang melintas di atas trotoar tersebut. 

Hal ini menimbulkan keprihatinan Koalisi Pejalan Kaki (KPK). Lewat aksi kampanye yang dinamai ''Tamasya Trotoar Kita'', KPK ingin menyadarkan warga tentang fungsi trotoar sebagai fasilitas pejalan kaki. 

Pantauan Ayojakarta, seorang aktivis KPK dengan memegang poster bertuliskan 'Trotoar Untuk Pejalan Kaki' berdiri persis di tengah trotoar yang berseberangan dengan Stasiun Cikini.

Aksi KPK ini juga nampaknya mengundang perhatian beberapa anggota Satuan Petugas Pamong Praja (Satpol PP) di situ. 

Koordinator KPK Sandy Apriliansyah mengatakan, lewat aksi ini, pihaknya sekaligus mengingatkan Pemprov DKI Jakarta agar tidak lupa membangun kebiasaan disiplin warganya di tengah penataan infrastruktur. 

"Kita sedang diramaikan dengan berbagai isu mulai dari pohon yang ditebangi, kemudian juga trotoar yang belum jadi kemudian sudah tempat parkir itu kan kemudian jadi concern kita," ucap Sandi di sela-sela aksi Tamasya Trotoar Kita di kawasan Cikini, Jakpus, Rabu (6/11/2019)

"Bahwa pembangunan infrastruktur berupa trotoar harus diikuti budaya masyarakat maupun penegak hukum untuk membuat trotoar itu menjadi nyaman," paparnya. 

Selain terjun langsung ke lapangan, jelas Sandi, KPK juga kampanye melalui sosial media baik itu Instagram, Facebok, Twitter, maupun lainnya. 

Salah seorang pejalan kaki di trotoar Cikini, Hendarsyah (32) mengaku senang adanya aksi KPK ini. "Bagus banget saya suka, apalagi saya kerja di sekitaran Cikini sering jalan kaki, memang harus ada koalisi seperti ini menjadi pengingat penegak hukum dan masyarakat supaya disiplin," tuturnya. 

KPK sendiri dibentuk pada tahun 2012 dengan tujuan mengampanyekan peduli fungsi trotoar sebagaimana mestinya. Di samping itu sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi fasilitas pejalan kaki di Jakarta. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar