Pupuk Mahkota Berhasil Tingkatkan Produksi Padi Hingga 20 Persen

  Kamis, 07 November 2019   Istihanah Soejoethi
Uji coba penanaman padi menggunakan Pupuk Mahkota di Kabupaten Madiun/Wilmar

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pupuk Mahkota yang diproduksi oleh perusahaan Wilmar berhasil meningkatkan produksi padi sekitar 11-20 persen per hektare.

Hal itu telah dibuktikan lewat percobaan penanaman padi menggunakan Pupuk Mahkota di 21 demoplot di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. 

Dalam panen perdana yang digelar di Kecamatan Sukolilo, Senin (4/11/2019), terbukti penggunaan Pupuk Mahkota mampu meningkatkan produksi sekitar 11-20 persen per hektare.

''Kami telah membuktikan bahwa kualitas Pupuk Mahkota tidak kalah dengan pupuk yang biasa digunakan petani,'' kata Direktur Wilmar Saronto Soebagyo lewat siaran pers yang diterima Ayojakarta, Kamis (7/11/2019).

Selain untuk percobaan, adanya demoplot tersebut juga menjadi upaya edukasi bagi petani mengenai selisih biaya yang lebih tinggi dibanding pemanfaatan pupuk subsidi.

Meski petani harus mengeluarkan biaya tambahan Rp 472 ribu per 0,5 hektare untuk menggunakan Pupuk Mahkota tetapi mereka memperoleh peningkatan produksi 11 persen per 0,5 hektare atau sebanyak 450 kilogram gabah kering panen (GKP). Melalui peningkatan produksi tersebut, petani memperoleh tambahan pemasukan Rp 1.771.500 per 0,5 hektare.

Saronto menambahkan, pihaknya juga berkomitmen membantu memotong rantai pemasaran beras melalui kerjasama dengan Dinas Pertanian Madiun. Dalam kerja sama itu, Wilmar akan menampung beras dari petani.

''Dengan rantai pemasaran yang lebih pendek kami berharap keuntungan lebih banyak dinikmati petani,'' katanya.

Program yang dilakukan Wilmar mendapat apresiasi dari Bupati Madiun Hari Wiranto. Pasalnya, hal itu sesuai dengan visi dan misi pemerintah kabupaten dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Selama ini, Madiun dikenal sebagai salah satu daerah produsen beras. Dari total produksi sebesar 200-300 ribu ton GKP per tahun, sebanyak 100-120 ribu ton diserap untuk konsumsi masyarakat sehingga surplusnya cukup besar.

Dia mengingatkan agar Wilmar menjaga pasokan pupuk tetap lancar karena seringkali suplai seret saat musim tanam. Pihaknya juga menyambut dengan tangan terbuka terhadap rencana Wilmar yang akan berinvestasi di Kabupaten Madiun.

''Dengan kerja sama ini kami berharap masalah pasokan pupuk dapat teratasi,'' pungkas Hari. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar