BNPT: Teroris Tidak Bisa Dilihat dari Fisik dan Pakaiannya

  Jumat, 08 November 2019   Aldi Gultom
Ilustrasi - pelaku terorisme/Shutterstock.com

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Ciri pelaku terorisme tidak bisa hanya berdasarkan pakaian yang dikenakan seseorang.

"Kita menilai seseorang bukan dari penampilan fisiknya, yang paling bahaya adalah pemikirannya. Radikal dalam pemikiran, radikal dalam sikap, dan radikal dalam tindakan," tegas Deputi 1 Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Mayjen TNI Hendri P Lubis. 

Hendri mengatakan hal tersebut dalam kegiatan yang digelar BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepulauan Riau (Kepri) di Batam, kemarin (Kamis, 7/11/2019).

Hendri meluruskan persepsi yang salah tentang ciri orang berpaham radikal agama yang belakangan ini semakin ramai diperdebatkan.

Hendri menegaskan, adalah keliru bila menganggap seseorang sebagai teroris dan radikal karena jenggot, cadar maupun celana cingkrang yang dipakai.

Sebelumnya, perdebatan tentang celana cingkrang mewarnai wacana publik karena larangan Menteri Agama, Fachrul Razi, terhadap pegawai negeri sipil di Kementerian Agama.

Hendri mencontohkan kasus terorisme di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin pada Januari 2016. Pada peristiwa itu, pelaku teror mengenakan celana jin, kaos dan topi.

Karena itu, mantan Dansatinterl BAIS TNI ini menyatakan tidak ada korelasi yang kuat antara pakaian dan ideologi seseorang.

"Artinya, seseorang yang memakai celana cingkrang, jenggot, dan cadar bukan ciri pelaku terorisme," ujar Hendri.

Sebelumnya, perdebatan tentang celana cingkrang mewarnai wacana publik karena larangan Menteri Agama, Fachrul Razi, terhadap pegawai negeri sipil di Kementerian Agama.

Hendri mencontohkan kasus terorisme di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin pada Januari 2016. Pada peristiwa itu, pelaku teror mengenakan celana jin, kaos dan topi.

Karena itu, mantan Dansatinterl BAIS TNI ini menyatakan tidak ada korelasi yang kuat antara pakaian dan ideologi seseorang.

"Artinya, seseorang yang memakai celana cingkrang, jenggot, dan cadar bukan ciri pelaku terorisme," ujar Hendri.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar