Kerukunan Umat Beragama di Albania

  Jumat, 08 November 2019   Editor
Masjid Namazgah Tirana Albania/Net

Karena nama bandar udara internasional ibukota Albania, Tirana adalah Nene Teresa alias Bunda Teresa sebagai tokoh pejuang kemanusiaan yang beragama Katolik maka semula saya berprasangka bahwa agama mayoritas warga Albania adalah Nasrani.

Ternyata saya keliru. Mayoritas warga Albania beragama Islam.

Pasca Komunisme

Islam di Albania berkembang sejak jaman kekaisaran Ottoman. Penekanan terhadap agama di Albania dilakukan sejak awal abad XX setelah Kebangkitan Nasional Albania, terutama pada masa kekuasaan rezim komunis yang secara sistematis menghapus agama dari kebudayaan dan peradaban bangsa Albania.

Masa atheisme Albania yang baru berakhir 1991 membawa penurunan radikal dalam praktek keagamaan.  

Pasca periode komunis, pemerintah mencabut pembatasan agama dan memperbolehkan Islam di Albania melalui pembangunan infrastruktur lembaga-lembaga baru, sastra, fasilitas pendidikan, hubungan internasional dan kegiatan sosial lainnya.

Berdasarkan sensus tahun 2011, 58,79 persen dari populasi Albania menganut Islam, sehingga menjadikannya sebagai agama terbesar di negara ini.

Sensus

Berdasar hasil sensus tahun 2011 persentase agama di Albania adalah 56,70 persen (1.587.608 orang) muslim Sunni; 2,09 persen (58.628 orang) Bektashis; 10,03 persen (280.921 orang) Katolik; 6,75 persen (188.992 orang) Ortodoks; 0,14 persen (3.797 orang) penginjil; 0,07 persen (1.919 orang) Kristen lainnya; 5,49 persen (153.630 orang) orang percaya tanpa denominasi; 2,05 persen (69.995 orang) Ateis; dan 13,79 persen (386.024 orang) tidak menyatakan agama.

Terdapat kontroversi terhadap sensus yang mencantumkan pilihan agama sebagai bagian dari perhitungan.

Beberapa tokoh di Albania kuiatir bahwa hasil tersebut membuat Albania menjadi "terlalu muslim" bagi Eropa.  

Populasi muslim pra-komunis adalah 69,3 persen (1.937 orang) dan 72 persen (1.947 orang). Namun hasil sensus resmi tahun 2011 menunjukkan bahwa populasi Muslim Albania turun menjadi 56,70 persen.

Hasil sensus tersebut telah dikritik oleh komunitas muslim Albania karena mereka memperkirakan jumlah seluruh umat Islam di Albania sebenarnya 70 persen disebabkan banyak warga Albania yang tidak menyatakan agama mereka dalam sensus tersebut.

Jilbab dan Celana Cingkrang

Di Albania, tidak terdengar cemooh apalagi larangan terhadap busana warga. Tampak perempuan menggunakan cadar leluasa lalu-lalang di pusat perbelanjaan modern mau pun basar tradisional Tirana.

Para  warga Albania memiliki hak asasi penuh untuk mengenakan busana sesuai keyakinan, kehendak dan selera masing-masing dalam suasana kehidupan bersama yang saling menghormati dan saling menghargai.

Di Albania pula, saya baru mulai mengenal eksistensi sekte Bektashisme yang berasal dari Turki. Namun kemudian dilarang di Turki maka lebih berkembang di negara-negara Balkan, terutama Albania.

Berdasar sensus 2011, lebih dari 50.000 warga Albania masa kini adalah penganut Bektasihisme yang dipelopori oleh Haji Bektash Veli di Anatolia abad XIII.

Fakta bahwa nama airport internasional ibukota Albania dengan mayoritas umat Islam adalah Nene Teresa yang umat Katolik merupakan bukti tak terbantahkan bahwa tidak ada masalah kerukunan umat beragama di Albania.

 

Jaya Suprana
Penulis adalah pembelajar kebudayaan dunia

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar