Temui Menteri PUPR, Syahrul Yasin Limpo Bahas Karet dan Irigasi

  Jumat, 08 November 2019   Hendy Dinata
Mentan Syahrul Yasin Limpo bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bahas karet dan irigasi/Humas Kementan

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Kantor Pusat Kementerian PUPR. 

Dalam pertemuan tersebut, Syahrul meminta dukungan Kementerian PUPR sebagai Kementerian yang memiliki tugas dan fungsi pembangunan infrastruktur untuk ikut bersama-sama mendukung pembangunan pertanian dari sisi infrastruktur. 

''Yang pertama datang untuk menjajaki berbagai program yang mungkin bisa disatukan dengan Kementerian PUPR yang memang menangani semua aspek infrastruktur, termaksud infrastruktur yang terkait dengan pertanian yang dibutuhkan besok. Agar akselerasi pertanian untuk kepentingan rakyat yang bermuara kepada kinerja yang lebih baik itu kami bisa lakukan,'' jelas Syahrul, Jumat (8/11/2019). 

Syahrul dan Basuki juga membicarakan terkait kolaborasi yang dapat ditempuh dua kementerian dalam menyelamatkan komoditas karet. Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara mendorong permintaan pasca anjloknya harga karet di pasar dunia.

''Hari ini yang terjajaki itu adalah seperti apa masalah karet yang bersoalan dengan harga makin rendah itu bisa digunakan semaksimal mungkin. Jadi bukan sekadar penjajakan saja atau bukan sekedar membantu yang menjadi konsepsi bersama,'' ujarnya. 

Karet merupakan komoditas global yang harganya ditentukan pasar internasional di mana saat ini kondisinya sedang mengalami penurunan. Indonesia merupakan salah satu produsen karet alam terbesar di dunia. Setiap tahun produksi karet alam Indonesia mencapai 3,2 juta ton dan 0,6 juta ton diantaranya dimanfaatkan industri dalam negeri, sementara 2,4 juta ton lainnya diekspor ke mancanegara.

''Indonesia merupakan penghasil karet ke dua terbesar di dunia. Oleh karena itu pemanfaatan karet digunakan untuk pencampuran aspal untuk menjadikan jalan karet dan lain-lain ternyata ini bukan hal baru. Sebelumnya sudah terjawab oleh menteri PUPR,'' beber Syahrul. 

Menanggapi hal tersebut, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan pihaknya siap memberi dukungan penuh dan siap memberikan hasil yang lebih maksimal dibanding tahun lalu terkait penyerapan karet di tingkat petani. 

''Kemarin karet sudah akhir tahun lalu kan, tahun ini minta perbesar lagi. Kita akan membantu petani karet lebih besar lagi, kita akan upayakan program itu makanya kita bikin programnya. Tahun lalu sekitar 30 ribu ton kita serap dari petani pada saat harga rendah, tahun ini kita lebihkan lagi sesuai dengan kebutuhhan kemampuan,'' beber Basuki.

Tidak hanya berbicara masalah karet, Basuki dan Syahrul juga membicarakan pengembangan irigasi pertanian di lumbung-lumbung pangan Indonesia. 

''Kami di sini untuk match program, jadi ke depan ini kami membuat irigasi. Rehabilitasi irigasi lima tahun ke depan sekitar dua juta per 5000 hektare. Kemudian untuk pembangunan irigasi baru adanya 500 ribu hektare, lima tahun yang lalu itu juga kita ada pembangunan irigasi satu juta.Nanti kami akan lihat lumbung-lumbung padi yang mana atau lumbung pertanian, setidaknya ada 15 provinsi yang sesuai,'' tandas Basuki

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar