Pameran Antologi untuk Peringati 21 Tahun Tragedi Semanggi I

  Selasa, 12 November 2019   Dhika Alam Noor
Pameran ontologi untuk peringatan 21 Tragedi Semanggi 1, Jakarta, Selasa (12/11/2019)/Ayojakarta.com-Dhika Noor Alam

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM --  Pameran bertajuk Antologi menampilkan cerita, memorabilia sekaligus memperingati 21 tahun Tragedi Semanggi I. 

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 12-13 November 2019 bdi Matalokal, M Bloc Space, Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan. 

Pameran ini diinisiasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Amnesty International Indonesia, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBHI), Front Aksi Mahasiswa Semanggi (FAMSI), Border Rakyat (BORAK) bersama dengan keluarga korban Semanggi I. 

Penjaga pameran Melly menuturkan, pameran ini sebagai upaya merawat ingatan publik dan menekan pemerintah untuk melaksanakan kewajibannya menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu secara berkeadilan. 

"Pesan kami di sini adalah supaya mengingatkan kepada pemerintah untuk menyelesaikan kasus Semanggi I dan peringatan 21 Tahun Peristiwa Semanggi I," ujarnya saat berbincang dengan Ayo Jakarta di lokasi. 

Pameran yang digagas ini menampilkan grafis, memorabilia dan juga teks surat yang berkaitan dengan Peristiwa Semanggi I. 

"Lebih ke memori atau kenangan, yang menandakan para korban pernah menjalan kehidupannya dan ini bukan hanya angka yang dilupakan. 21 tahun tidak banyak ada perubahan," jelasnya. 

Pameran menempati sebuah ruangan dengan dinding berwarna dasar putih. Tampak dua sisi dinding untuk dokumentasi foto-foto kejadian Semangi I yang dibentuk menyerupai angka 21. Sementara sisi lainnya berisi komik yang bercerita kronologi peristiwa Semanggi I. 

Di bagian tengah, terdapat sebuah meja panjang yang menyimpan sejumlah dokumen korban tragedi Semanggi 1 mulai dari kartu pelajar mahasiswa, bingkai foto, tulisan puisi dalam secarik kertas, hingga piagam penghargaan 98 Center Award kepada aktivis yang telah memperjuangkan keadilan tersusun rapi di atas meja. 

Pameran ini terbuka untuk umum dimulai pukul 13.00 - 18.00 WIB. Pengunjung juga bisa mengikuti diskusi publik bersama Usman Hamid selaku Direktur Amnesty Internasional Indonesia, Savic Ali (aktivis reformasi) dan perwakilan mahasiswa Unika Atmajaya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar