Komentari Berita Pemotongan Anggaran Rehab Sekolah, Ernest Prakasa Dituduh Sebar Hoaks

  Kamis, 14 November 2019   Aldi Gultom

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pelawak tunggal (stand up comedy) juga sutradara film, Ernest Prakasa, lagi jadi pembicaraan di jagat Twitter karena dianggap menyebar hoaks.

Berawal dari unggahan sutradara film Imperfect itu yakni berita dari sebuah media online yang berjudul "Demi Formula E, Dana Alokasi Rehabilitasi Sekolah Dipotong". 

Isi berita itu adalah pernyataan Anggota Fraksi PSI DKI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, yang menuduh pemotongan anggaran tersebut menunjukan Gubernur Anies Baswedan telah mengorbankan kepentingan besar bagi masyarakat demi terwujudnya penyelenggaraan Formula E yang membutuhkan biaya Rp 1,16 triliun.

Unggahan link berita itu diimbuhi komentar Ernest yang bunyinya: Iyalah, rehabilitasi sekolah mana bisa buat pencitraan menuju 2024.

Namun, kabar pengurangan anggaran rehab sekolah demi membiayai balapan tersebut dibantah. Pemprov DKI menyatakan, penyesuaian anggaran rehabilitasi gedung sekolah yang dibahas bersama anggota Dewan dalam Rapat Komisi didasarkan hasil penelitian teknis dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi DKI Jakarta secara profesional. 

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat, mengungkapkan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah yang tercantum dalam rancangan KUA-PPAS yang telah disampaikan secara resmi pada bulan Juni 2019 kepada DPRD Provinsi DKI Jakarta, seluruhnya sebanyak 105 lokasi dengan usulan anggaran sebesar Rp 2.570.202.489.835,00.  

Atas usulan rehabilitasi total gedung sekolah tersebut, kata Syaefuloh, telah dilakukan penelitian kembali melalui pemeriksaan dan peninjauan lapangan serta penelitian teknis dan rekomendasi dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi DKI Jakarta. Berdasarkan hasil penelitian teknis itu, sebanyak 86 lokasi direkomendasikan perlu perbaikan. 

AYO BACA : Pemprov DKI: Tak Ada Pemangkasan Anggaran Rehab Sekolah untuk Formula E

Dikatakan Syaefuloh, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta lantas menyampaikan usulan penyesuaian jumlah dan anggaran gedung sekolah yang direhabilitasi menjadi 86 lokasi dengan nilai sebesar Rp 2.114.819.786.888,00 atau terkoreksi sebesar Rp 455.382.720.947,00. 

Atas penyesuaian lokasi dan anggaran rehabilitasi total tersebut, selanjutnya diusulkan untuk digunakan sebagai penyesuaian anggaran pembangunan unit sekolah baru SMK sebesar Rp 163.308.535.435,00 dan pembangunan ruang kelas baru SMK sebesar Rp 113.324.256.750,00, atau seluruhnya sebesar Rp 276.632.792.185,00. 

''Seluruh usulan penyesuaian anggaran, baik penebalan maupun pengurangan tersebut telah disampaikan dan dibahas bersama dengan legislatif pada saat pembahasan di forum Komisi. Bapak Gubernur selalu berpesan kepada ASN untuk memberikan perhatian lebih untuk pendidikan dan keadilan sosial. Rehabilitasi gedung sekolah adalah hak warga yang akan selalu dijaga oleh Pemerintah provinsi DKI Jakarta,'' kata Syaefuloh, Rabu (13/11/2019). 

Secara keseluruhan, Dinas Pendidikan mengusulkan kegiatan rehabilitasi, pembangunan ruang kelas baru dan pembangunan unit sekolah baru seluruhnya sebesar Rp 3,69 triliun, yang kemudian diusulkan penyesuaian di Rapat Komisi menjadi Rp 3,48 triliun.  

Bantahan dari Dinas Pendidikan DKI juga dipublikasi lewat akun twitter resmi @Disdik_DKI.

Menyusul pernyataan Dinas Pendidikan DKI itu, muncul tagar #ErnestPrakarsaNyebarHoax yang menjadi trending topic di Twitter Indonesia. 

Sampai berita ini dilaporkan, sudah 2.456 tweets yang menggunakan tagar ini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar