Ikhwal Wakil Panglima TNI

  Kamis, 14 November 2019   Editor
Andika Perkasa/Liputan6.com

Santer beredar isu Jenderal Andika Perkasa bakal diangkat menjadi Wakil Panglima TNI seiring dikeluarkannya Perpres mengenai posisi Wakil Panglima TNI yang dihidupkan lagi setelah dulu pernah dihapus oleh Gus Dur. 

Saya melihat kurang tepat bila Jenderal Andika yang menjadi Wakil Panglima karena konsolidasi TNI khususnya Angkatan Darat paska Pilpres justru perlu Panglima dari Angkatan Darat. Kewibawaan Panglima dari AD diperlukan untuk konsolidasi lahir batin AD secara khusus, lalu AL dan AU secara umum. 

Tantangan keamanan ke depan cukup berat dari masalah radikalisme-terorisme penusukan Pak Wiranto dan bom Mapolresta Medan menandakan ancaman tersebut cukup besar. Belum lagi ancaman separatisme di Papua yang juga belum tuntas. 

Selain itu di tubuh TNI yang mempunyai struktur teritorial sampai desa adalah AD. Peran teritorial AD sangat diperlukan untuk mengeliminasi ancaman dan gangguan kepada NKRI dan suksesnya visi Indonesia Maju Jokowi-Amin. 

Jokowi yang notabene seorang pemimpin sipil memerlukan Panglima TNI yang kuat mengakar. Berbeda dengan SBY yang berlatar belakang dari militer menunjuk Panglima bukan dari AD, kondisi tetap dalam keadaan stabil dan memang ketika itu ancaman tidak terlalu berat. 

Sewaktu Panglima TNI Gatot Nurmantyo praktis tidak ada gangguan yang sangat serius ancaman teroris dan saparatis di Papua. Oleh sebab itu, untuk soal Panglima TNI jangan ada kesan karena faktor kedekatan lalu dipertahankan berlama-lama tanpa ada prestasi yang menonjol. 

Kekhawatiran AD tidak terkonsolidasi dengan baik dan dapat menimbulkan kekecewaan di kalangan AD cukup beralasan. Dampaknya dapat mengganggu kelancaran terwujudnya visi Indonesia Maju Jokowi-Amin.

 

Surya Fermana 
Peneliti Strategis dan Intelijen 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar