Ayah Korban Tewas di Skuter Listrik: Apa Alasan Polisi Belum Menahan Penabrak?

  Kamis, 14 November 2019   Editor

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Keluarga korban mempertanyakan alasan polisi tidak menahan pengendara Toyota Camry yang menabrak hingga tewas dua remaja penunggang skuter listrik GrabWheels di Senayan, Jakarta Pusat pada Minggu (10/11/2019) dini hari.
 
"Saya pertanyakan alasan polisi yang sampai sekarang belum menahan pelaku. Hukum kita kan sudah jelas," kata Rudy Yohanes selaku ayah korban Ammar Nawar (18) di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Rudy dan keluarga sempat mendatangi Dirlantas Polda Metro Jaya saat dipanggil untuk memberikan kesaksian.

"Waktu itu katanya si pengendara sudah ditangkap, tapi kemarin saya tidak lihat dia di kantor polisi," katanya.
 
Rudy melihat adanya ketidakseriusan dari aparat penegak hukum dalam menangani kasus kecelakaan yang menewaskan Ammar dan Wisnu Akbar (18).
 
Saat ditanya apakah keluarga berniat membuat laporan polisi atas kecelakaan tersebut, Rudy mengaku hingga sekarang belum memiliki rencana tersebut.
 
"Ya tahu sendiri kalau urus laporan di polisi seperti apa? Minimal banyak stamina dan waktu saya yang terpakai, sedangkan keluarga juga masih berduka," katanya.
 
Meski sudah mengikhlaskan putranya, Rudy dan keluarga berharap polisi bisa berlaku profesional dan tidak tebang pilih dalam menangani kasus ini.
 
"Yang saya tahu kan kasusnya tetap berjalan walau saya tidak membuat laporan. Saya percaya saja sama mereka (penyidik)," katanya.
 
Penyidik Polda Metro Jaya memutuskan tidak menahan DH meski telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan dua pengguna skuter listrik Grabwheels tewas.
 
"Penyidik menilai bahwa tidak perlu dilakukan penahanan dikarenakan penyidik menilai bahwa tersangka, pertama tidak akan melarikan diri, yang kedua tidak akan menghilangkan barang bukti," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar kepada wartawan.
 
Meski tidak ditahan, polisi mewajibkan DH melapor sebanyak dua kali dalam seminggu.
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar