Yamaha

Kompol Vivick Tjangkung Ajak Fikom Moestopo Waspadai Peredaran Narkoba Cookies

  Jumat, 15 November 2019   Editor
Kompol Vivick Tjangkung menerima plakat dari Dekan Fikom Moestopo Dr. Prasetya Yoga dalam kuliah umum menyambut mahasiswa baru/Fikom Moestopo

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung mewaspadai hadirnya narkoba jenis baru di lingkungan kampus. 

Salah satunya narkoba berbentuk kue atau narkoba cookies.

''Bentuknya kue dengan warna kuning, bulat dan kecil. Adapun cara konsumsinya hanya dengan satu gigitan saja efeknya akan bertahan (fly) selama satu jam,'' ungkap Kompol Vivick didampingi moderator Nasrullah Kusadjibrata dalam Kuliah Umum Fikom Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama di Wisma Kemenpora pada Kamis (14/11/2019).

Di hadapan ratusan mahasiswa Fikom Moestopo, Kompol Vivick mengatakan bahwa satu narkoba berbentuk kue bisa digunakan sampai selama satu bulan.

''Apabila mengonsumsi lebih dari gigitan kecil jika tidak kuat maka dampaknya dia (pengguna) akan pingsan,'' jelas alumni Fikom Moestopo tahun 1995 itu saat menjawab pertanyaan mahasiswa.

Kompol Vivick mempersilakan agar membuka media sosial perihal informasi dan peredaran narkoba cookies di Jakarta. Pihaknya pun sudah menyebarkan jenis serta bahayanya narkoba berbentuk kue itu.

''Pihak BNN juga sudah turun ke tempat-tempat penjualan kue dan makanan di berbagai kampus. Hanya mungkin kurang dipublikasikan saja,'' kata Kompol Vivick yang kini tengah menempuh studi doktoral.

Dia berpesan agar mahasiswa melawan peredaran narkotika di lingkungan kampus. Antara lain bisa mencegah dan melaporkannya dengan memanfaatkan teknologi berbasis online.

Tak lupa, bersama tim Polresta Jaksel, Kompol Vivick membagikan stiker yang berisikan cara pelaporan via online. Menurutnya, bagi yang melapor semua identitas akan dijamin kerahasiaannya.

''Saya harap adik-adik mahasiswa ikut membantu berantas narkoba. Kita harus satu visi dan misi. Ayo gunakan teknologi yang baik dan benar guna menekan permasalahan dengan narkoba,'' jelas polwan yang pernah meringkus Ratu Ekstasi Zarima Mirafsur itu.

Upaya pencegahan narkoba juga bisa dilakukan dengan pendekatan lainnya.

Deputy GM News & Current Affairs Digital Kompas TV Alexander Wibisono menambahkan, dalam upaya pencegahan, pewarta warga atau citizen journalist bisa memberikan pengaruh lebih kuat kepada publik karena cerita mereka ditulis dengan perspektif lebih personal. 

''Tidak sekadar informasi tetapi kisah yang dihadapi sehari-hari hingga pengalaman pribadi yang luput dari pemberitaan media. Kisah yang sangat dekat dengan pengalaman audiens-nya,'' ujar jurnalis yang malang melintang dalam reportase investigasi itu.

Kuliah Umum Mahasiswa Fikom Moestopo diselenggarakan rutin setahun sekali dalam rangka menyambut mahasiswa baru. Kali ini mengambil tema Peran Media dalam Penanggulangan Bahaya Narkoba. 

''Kita harus yakinkan bahwa narkoba itu bukan main-main lagi. Dan kita sepakat ingin membuat universitas kita jadi kampus yang bebas narkoba,'' kata Dekan Fikom Moestopo Dr. Prasetya Yoga dalam kesempatan tersebut.

Pemberantasan narkoba harus secepatnya dijauhkan dari dunia kampus.

''Apalagi salah satu pembicara dalam kuliah umum kali ini adalah alumni Fikom Moestopo yang dalam berbagai kesempatan selalu bersemangat untuk selalu melawan narkoba. Kita pun harus meniru beliau,'' pungkas Dr. Yoga. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar