Yamaha

Tahap-tahap Penataan PKL di CFD

  Kamis, 21 November 2019   Aprilia Rahapit
Kepala Dinas KUKMP DKI Jakarta Adi Ariantara saat memberikan keterangan di Balai Kota (Ayojakarta.com/Aprilia Rahapit)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) dalam Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) gencar dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan DKI Adi Ariantara mengatakan, penataan berlandaskan Peraturan Gubernur Nomor 2/2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara dan Pergub Nomor 12 tahun 2016 tentang Pelaksanaan HBKB.

''Jadi di sana adalah bebas kendaraan bukan untuk berdagang. Itu poin besarnya,'' katanya di Balai Kota, Kamis (21/11/2019). 

Sebelum penataan pada Minggu lalu (3/11/2019), PKL memenuhi sepanjang jalan mulai dari titik Patung Pemuda, Senayan hingga Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat. Akhirnya kepadatan pedagang menjadi kendala dan banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi tersebut.

''Sebelum tanggal 3 November 2019 yaitu tanggal 23 Juni 2019 tepatnya kami dari dinas KUKMP melakukan pendataan secara detail kepada seluruh pedagang. Mulai dari Patung Pemuda sampai Patung Kuda. Jumlahnya itu 2.543 dengan varian-varian kuliner, non kuliner dan jasa,'' papar Adi. 

Para pedagang menggunakan berbagai jenis sarana mulai dari tenda, gelaran, asongan dan gerobak. 

Selanjutnya, dinas KUKMP melakukan penataan dengan membagi berdasarkan zona yaitu merah, kuning, dan hijau. Zona merah merupakan area tanpa aktivitas perdagangan sama sekali, zona hijau kawasan boleh berdagang, dan zona kuning adalah area boleh berdagang di trotoar. 
 
Pada 25 Agustus 2019, dilakukan imbauan kepada para pedagang untuk pindah lokasi sejak pukul 06.00 WIB hingga 11.00 WIB baik secara persuasif hingga berkeliling dengan spanduk. Para pedagang pun mulai teredukasi dan patuh.

''Kemudian pada tanggal 3 November bersama-sama dengan Satpol PP, dishub dan unsur-unsur pendukung lainnya. Kami didukung untuk penataan. Sebenarnya hajat ini adalah hajat dishub, kami kebagian untuk menata,'' jelas Adi. 

Para PKL pun mulai mengikuti aturan dengan menempatkan zona yang sudah ditentukan melalui penataan.

Diketahui, zona hijau mulai dari zona 1 di Jalan Karet Pasar Baru Timur, kemudian zona 2 di Jalan Galunggung. zona 3 di Jalan Teluk Betung. Zona 4 di Kebun Kacang, zona 5 di Jalan Kendal, zona 6 di Jalan Sumenep, zona 7 di Jalan Sunda, zona 8 di Jalan Pamekasan, dan zona 9 di Jalan Purworejo. 

Kemudian zona merah adalah area tanpa aktivitas perdagangan sama sekali. Berjarak dari Wisma BNI 46 Bundaran Senayan hingga Sarinah Plaza.

Adapun, zona kuning yakni dari titik Wisma BNI 46 hingga Patung Pemuda, dan Jalan MH Thamrin hingga Patung Arjuna Wijaya (Patung Kuda).

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar